Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Sidak TPS Tanggulangin dan Krian, Dorong Pembenahan Total Pengelolaan Sampah

×

Bupati Sidoarjo Sidak TPS Tanggulangin dan Krian, Dorong Pembenahan Total Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati Sidoarjo sidak TPS Tanggulangin dan Krian.

Republiknews.com,Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi pengelolaan sampah sekaligus mendorong pembenahan sistem secara menyeluruh.

Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi mengunjungi TPS di Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, serta TPS di Desa Terung Kulon, Kecamatan Krian. Dari hasil peninjauan, ditemukan berbagai permasalahan serius, mulai dari pengelolaan yang tidak sesuai regulasi hingga kondisi TPS yang tidak berfungsi optimal.
Di TPS Desa Penatarsewu, Bupati Subandi menyoroti pengelolaan sampah yang dinilai belum tertata dengan baik dan berlangsung tanpa penanganan maksimal sejak tahun 2013. Ia menegaskan perlunya komitmen bersama dari seluruh pihak untuk segera melakukan pembenahan.
“Kita melihat pengelolaan sampah di sini masih belum sesuai harapan. Harus ada solusi bersama agar ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menemukan adanya ketidaksesuaian dalam penerapan retribusi sampah di masyarakat yang tidak mengacu pada aturan yang berlaku. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan persoalan dalam tata kelola persampahan ke depan.
Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun berencana mengumpulkan seluruh pihak terkait untuk menyepakati langkah penanganan yang terintegrasi.

“Setelah ada kesepakatan bersama, kita lakukan pembenahan secara menyeluruh,” tegasnya.

Selain pembenahan sistem, dukungan anggaran serta perbaikan akses menuju TPS juga akan menjadi perhatian guna menunjang efektivitas pengangkutan sampah. Pemkab Sidoarjo saat ini juga tengah melakukan pemetaan terhadap seluruh TPS sebagai dasar perencanaan yang lebih matang, termasuk dalam penyusunan anggaran setiap tahunnya.
Sementara itu, dalam sidak di TPS Desa Terung Kulon, Kecamatan Krian, Bupati Subandi menemukan kondisi TPS yang tidak berjalan optimal dan hanya menjadi tempat pembuangan sampah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga risiko kebakaran, terutama saat musim kemarau.

“Kalau dibiarkan, ini bisa menimbulkan polusi udara, bau tidak sedap, dan mengganggu lingkungan sekitar, apalagi berada di kawasan padat penduduk,” ungkapnya.

Dari hasil dialog dengan perangkat desa dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), diketahui bahwa pengelolaan TPS di lokasi tersebut masih vakum dan belum memiliki Kelompok Swadaya Masyarakat Pengelola Sampah (KSP). Menyikapi hal tersebut, Bupati Subandi langsung menginstruksikan pembentukan KSP sebagai langkah awal pembenahan.

“KSP harus segera dibentuk. Setelah itu, kita tata sistemnya mulai dari pengangkutan, pemilahan, hingga pengolahan sampah,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah desa untuk berkoordinasi dengan DLHK dalam mencari lokasi alternatif di Tanah Kas Desa (TKD) yang lebih representatif untuk pembangunan TPS baru agar tidak mengganggu permukiman warga.

Sebagai langkah awal, Bupati Subandi memerintahkan dilakukannya pembersihan (clean up) di lokasi TPS. Selanjutnya, setelah KSP terbentuk, akan dilakukan perencanaan menyeluruh terkait kebutuhan lahan, kapasitas pengolahan, hingga estimasi anggaran pembangunan.

Tak hanya itu, Bupati Subandi juga menyoroti masih adanya praktik pembuangan dan pembakaran sampah liar di tengah permukiman warga. Praktik tersebut dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun akan mengevaluasi kemungkinan relokasi TPS yang berada di kawasan permukiman serta memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai standar lingkungan.

“Kalau ini dibiarkan, tentu akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Ini yang tidak boleh terjadi,” pungkasnya.

Melalui langkah strategis ini, diharapkan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Sidoarjo dapat menjadi lebih baik, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *