MALUKU TENGAH– Pemberitaan mengenai 13 pendaki yang disebut tersesat dan dievakuasi dari Gunung Simolupu mendapat klarifikasi langsung dari para pendaki yang terlibat dalam perjalanan tersebut.
Menurut keterangan rombongan, pendakian yang diikuti 22 orang itu berlangsung pada 6–7 Juni 2026.
Dalam perjalanan menuju puncak ewang, cuaca masih cukup bersahabat, namun pada saat rombongan sampai di puncak Gunung Simalopu cuaca extrem berupa hujan, angin dan kabut tebal memang sempat mengganggu aktivitas pendakian.
Akibat kondisi tersebut, dua orang mengalami hipotermia dan satu orang mengalami gangguan pada kaki.
Meski demikian, para pendaki menegaskan bahwa mereka tidak pernah tersesat maupun terjebak di gunung sebagaimana yang diberitakan.
Selama menghadapi situasi darurat, rombongan melakukan penanganan awal secara mandiri menggunakan perlengkapan keselamatan dan medis yang telah dipersiapkan sebelum pendakian.
Karena cuaca terus memburuk, rombongan kemudian menghubungi layanan darurat dan berkoordinasi dengan Tim Basarnas Ambon. Namun sebelum bantuan tiba, para pendaki telah memutuskan turun secara mandiri menuju Pos 1.
Tim Basarnas akhirnya bertemu dengan rombongan di Pos 2 dan memberikan bantuan medis kepada dua pendaki yang mengalami hipotermia. Seluruh anggota rombongan kemudian berhasil turun dengan selamat.
Para pendaki juga membantah informasi bahwa 13 orang mengalami hipotermia atau harus dirawat di rumah sakit.
Faktanya, hanya dua orang yang mengalami hipotermia dan setelah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Tulehu, keduanya dinyatakan dalam kondisi baik tanpa memerlukan perawatan lanjutan.
“Kami menghargai perhatian semua pihak, namun kami ingin masyarakat mengetahui fakta yang sebenarnya. Kami tidak tersesat, tidak terjebak, dan tidak semua pendaki mengalami hipotermia.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk lebih siap menghadapi kondisi alam yang tidak dapat diprediksi,” ujar salah satu anggota rombongan.
Klarifikasi ini disampaikan agar informasi yang beredar di masyarakat tetap berimbang dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
( S H )



















