Republiknews.com, Surabaya.
Suasana Apel Pagi di lingkungan BRIDA Jawa Timur pada Senin, 29 Juni 2026, berlangsung berbeda dari biasanya. Apel pagi tersebut menjadi momen sederhana namun sarat makna sebagai ajang perpisahan dengan Dr. Andriyanto, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.
Tanpa seremoni yang berlebihan, suasana berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan diwarnai rasa hormat dari seluruh pegawai. Momen tersebut menjadi ungkapan terima kasih atas kepemimpinan beliau selama kurang lebih tiga tahun memimpin BRIDA Jawa Timur.
Di mata para pegawai, Dr. Andriyanto dikenal sebagai pemimpin yang komunikatif, terbuka terhadap berbagai masukan, cepat memberikan solusi atas berbagai persoalan, serta mampu membangun suasana kerja yang harmonis dan kondusif. Beliau juga berhasil menumbuhkan budaya kolaborasi, profesionalisme, dan semangat kebersamaan di lingkungan BRIDA Jawa Timur. Berbagai tantangan organisasi mampu dihadapi melalui pendekatan dialog, musyawarah, dan pengambilan keputusan yang mengedepankan kepentingan lembaga.
Atas nama keluarga besar peneliti dan seluruh pegawai BRIDA Jawa Timur, kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dr. Andriyanto atas dedikasi, integritas, dan pengabdian yang telah diberikan selama memimpin BRIDA Jawa Timur. Kepemimpinan beliau telah meninggalkan kesan yang baik, menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang sehat, memperkuat budaya kerja yang profesional, serta memberikan ruang bagi berkembangnya riset dan inovasi di lingkungan BRIDA Jawa Timur.
Sejak 1 Juli 2026, beliau tidak lagi berkantor sebagai Kepala BRIDA Jawa Timur. Untuk sementara waktu, roda organisasi akan dijalankan oleh Pelaksana Jabatan dari pejabat setingkat Eselon II yang memahami tugas dan fungsi BRIDA sehingga berbagai program strategis diharapkan tetap berjalan secara optimal.
Sebelum Gubernur Jawa Timur menetapkan Kepala BRIDA secara definitif, sesungguhnya BRIDA Jawa Timur masih memiliki sumber daya manusia yang mumpuni untuk menjaga kesinambungan organisasi. Di lingkungan BRIDA terdapat peneliti senior yang memahami secara mendalam tata kelola penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu di antaranya adalah Prof. Irtanto, Ahli Peneliti Utama dengan pangkat Pembina Utama (IV/e), yang masih memiliki masa pengabdian lebih dari enam tahun sebelum memasuki masa purnatugas. Pengalaman panjang di bidang penelitian, pemahaman terhadap metodologi ilmiah, serta rekam jejak dalam menghasilkan berbagai karya penelitian menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan program-program strategis BRIDA Jawa Timur.
Ke depan, harapan besar seluruh insan riset tertuju kepada Gubernur Jawa Timur agar menetapkan Kepala BRIDA yang memiliki kapasitas akademik, pengalaman, dan kompetensi yang kuat di bidang penelitian dan inovasi. Sosok tersebut diharapkan memahami kaidah-kaidah penelitian, menguasai manajemen riset, mampu menyusun langkah-langkah strategis pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki visi menjadikan riset sebagai fondasi utama pembangunan Jawa Timur.
Sudah saatnya pembangunan Jawa Timur semakin mengedepankan evidence-based policy, yaitu kebijakan publik yang disusun berdasarkan hasil penelitian yang berkualitas. Riset harus menjadi basis pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara pengembangan IPTEK juga harus berbasis inovasi dan entrepreneurship, sehingga hasil-hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan ilmiah semata, tetapi mampu melahirkan inovasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah. Seluruh proses tersebut pada akhirnya harus bermuara pada lahirnya kebijakan Gubernur yang berbasis riset, berbasis data, dan berbasis bukti ilmiah.
Harapan seluruh pegawai dan komunitas peneliti adalah agar Kepala BRIDA Jawa Timur yang akan datang benar-benar memiliki pemahaman yang kuat tentang dunia penelitian dan inovasi, mampu membangun sinergi dengan perguruan tinggi, BRIN, dunia usaha, dan pemerintah daerah, serta menjadikan BRIDA sebagai think tank Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
Selamat menapaki babak pengabdian berikutnya kepada Dr. Andriyanto. Semoga dedikasi, keteladanan, dan pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah serta meninggalkan warisan yang baik bagi kemajuan riset, inovasi, dan pembangunan Provinsi Jawa Timur. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi semangat membangun Jawa Timur melalui riset dan inovasi harus terus berlanjut demi terwujudnya Jawa Timur yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Penulis:
Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P.
Peneliti Utama Bidang Kebijakan Publik BRIN/BRIDA Jawa Timur
(AHF)


















