10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Peringati Hari Santri 2026, Pemkab Sidoarjo Gelar Upacara dan Bacakan Kembali Resolusi Jihad

×

Peringati Hari Santri 2026, Pemkab Sidoarjo Gelar Upacara dan Bacakan Kembali Resolusi Jihad

Sebarkan artikel ini
Foto: Peringati hari santri 2026,Pemkab Sidoarjo gelar upacara dan bacakan kembali resolusi jihad.
Foto: Peringati hari santri 2026,Pemkab Sidoarjo gelar upacara dan bacakan kembali resolusi jihad.

SIDOARJO , republiknews.com.— Ratusan perwakilan organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan pondok pesantren mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di Alun-Alun Sidoarjo, Kamis (22/10/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih, dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”.

Peserta upacara hadir dari berbagai elemen, antara lain Pergunu, Fatayat, Muslimat, Banser, LPBI NU, Sarbumusi, mahasiswa UNUSIDA, Pramuka, IPNU, IPPNU, DPD LDDI, PD Muhammadiyah, PC Pagar Nusa, pelajar SMK Plus NU Sidoarjo, serta perwakilan Pondok Pesantren Jabal Noer Taman dan Pondok Pesantren Baiturahman Sukodono.

Dalam upacara tersebut, Resolusi Jihad NU dibacakan kembali oleh KH. Abdul Muntholib, Pengasuh Pondok Pesantren Al Khuzaini Sukodono. Sejarah mencatat, resolusi yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 ini telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan, yang kemudian memuncak dalam peristiwa Pertempuran Surabaya 10 November 1945 .

Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, yang juga membacakan sambutan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa semangat Resolusi Jihad harus diterjemahkan pada masa kini dengan karya dan pengabdian nyata.

“Peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu, mengenang jasa para pendahulu tidak cukup hanya dengan upacara dan seremonial. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ucapnya.

Abdillah menjelaskan bahwa tema kali ini mengandung pesan mendalam — jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan senjata perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka santri masa kini harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia.

“Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja — ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa — selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia,” tegasnya.

Ditekankan pula bahwa pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa — tempat di mana ilmu diajarkan, akhlak dibentuk, kemandirian ditumbuhkan, dan pengabdian ditanamkan. Santri juga diharapkan menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan, persatuan, kemandirian ekonomi, serta penjaga kerukunan antarwarga.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan kabar gembira bahwa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama kini memiliki Direktorat Jenderal Pesantren — unit eselon I yang secara khusus menangani pengembangan dan penguatan pesantren. Hal ini diharapkan memperkuat peran strategis pesantren dalam menjalankan tiga fungsi utamanya: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren. Hari Santri adalah milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah airnya. Sebab, mencintai Tanah Air adalah bagian dari iman. Hubbul wathan minal iman,” pesan Menteri Agama.

Upacara diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar semangat santri terus menguatkan negeri menuju Indonesia Emas 2045.

(AHF/Kominfo Sidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *