SIDOARJO, republiknews.com.— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini diikuti 53 peserta dari berbagai kalangan: TNI, Polri, ASN, hingga masyarakat umum.
Sesar Waru Berpotensi Gempa Hingga Magnitudo 6,8
Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menyampaikan hasil pemetaan terbaru dari Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) tahun 2024. Salah satu sumber gempa terdekat yang melintasi wilayah Sidoarjo adalah Sesar Waru, yang berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan hingga Magnitudo 6,8.
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan.
“Hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan besaran magnitudo gempa secara pasti. Yang ada adalah perhitungan potensi, dan itu harus direspons dengan kesiapsiagaan,” tegas Ricko.
Masyarakat diingatkan agar tidak mudah percaya isu atau kabar burung terkait prediksi gempa, dan selalu merujuk pada informasi resmi dari BMKG.
Kunci: Edukasi & Kesiapsiagaan, Bukan Ketakutan
Mewakili Bupati Sidoarjo, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, menyambut baik kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa meskipun gempa tidak dapat dicegah, dampaknya dapat diminimalisir melalui kesiapsiagaan yang baik.
“Kita tidak bisa mencegah gempa bumi terjadi, tetapi kita bisa menekan dampaknya seminimal mungkin. Kuncinya terletak pada edukasi berkelanjutan dan kesadaran masyarakat agar senantiasa siap dan tanggap,” ujarnya.
Para peserta diminta menjadi agen perubahan — membagikan ilmu yang didapat kepada keluarga dan lingkungan sekitar, mengubah rasa takut menjadi kesiapan nyata.
BPBD Fokuskan Edukasi di Kawasan Rentan
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat mengantisipasi potensi Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Edukasi mitigasi akan diperkuat melalui:
– Program Desa Tangguh Bencana (Destana), difokuskan di kawasan Waru, Tanggulangin, Porong, dan sekitarnya
– Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah-sekolah
– Kolaborasi lintas instansi: BMKG, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan kebencanaan
Materi SLG: Dari Ilmu Dasar Hingga Praktik Langsung
Selama satu hari penuh, peserta dibekali materi komprehensif:
– Pemahaman dasar kegempaan dan jenis-jenisnya
– Pemetaan sumber patahan lokal
– Sistem peringatan dini: InaTEWS dan EEWS
– Praktik perlindungan diri: Drop, Cover, and Hold On
– Pengukuran pemahaman melalui pre-test dan post-test
(AHF/KominfoSidoarjo)




















