SIDOARJO, republiknews.com .– Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn menerima langsung masukan dan keluhan dari para Kepala Desa se-Kecamatan Candi dan Tanggulangin dalam rapat koordinasi yang digelar di Ops Room Pemkab Sidoarjo, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan ini bertujuan menjaring persoalan nyata di lapangan guna menyusun langkah konkret penanganan infrastruktur sekaligus pengendalian banjir yang kerap melanda kedua wilayah.
Rapat koordinasi Bupati bersama para Kepala Desa membahas berbagai persoalan mendesak di desa-desa, meliputi normalisasi sungai dan saluran air, perbaikan jalan rusak, hingga pemulihan jembatan yang membutuhkan perhatian.
Seluruh usulan dan keluhan ditampung langsung untuk kemudian dikoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna dicarikan solusi bersama. Pemkab menargetkan penanganan prioritas dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn. Hadir seluruh Kepala Desa dari Kecamatan Candi dan Tanggulangin, didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026. Pemerintah menargetkan program prioritas dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan sejak pertemuan ini.
Rapat dilaksanakan di ruang Ops Room lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wilayah yang menjadi fokus penanganan meliputi seluruh desa di Kecamatan Candi dan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Pertemuan ini diselenggarakan agar pemerintah daerah memperoleh gambaran langsung dan akurat mengenai kondisi di lapangan. Selama ini, kedua wilayah kerap menghadapi masalah genangan air, banjir, serta kerusakan jalan dan jembatan yang mengganggu mobilitas warga maupun aktivitas ekonomi. Tanpa masukan langsung dari para kepala desa, pemda sulit menentukan titik prioritas penanganan yang tepat sasaran.
Para kepala desa menyampaikan secara langsung daftar titik sungai, saluran air, jalan, dan jembatan yang memerlukan perbaikan atau pemeliharaan.
Bupati memerintahkan normalisasi sungai menjadi langkah pertama yang segera dijalankan dengan mengerahkan peralatan milik pemerintah daerah yang disambung dengan alat dari Dinas PU. Perbaikan jalan dan jembatan akan mengikuti berdasarkan data prioritas yang masuk. Setiap kegiatan akan didampingi petugas agar kendala di lapangan dapat langsung diatasi. Koordinasi antara pemerintah desa dan OPD diminta terus dijaga agar pelaksanaan berjalan lancar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Tujuan kita mengumpulkan Bapak-Ibu semua untuk mendapatkan informasi mengenai perbaikan jalan dan normalisasi yang diperlukan. Karena, kita juga tidak tahu kondisi riil di masing-masing desa kalau tidak disampaikan langsung.”
“Yang penting pada hari ini, normalisasi dulu. Peralatan yang ada akan kita sambungkan dengan alat dari PU Pemda untuk segera bisa beroperasi.”
“Jalan bagus, normalisasi bagus, saya yakin dampak ekonomi di sana juga akan ikut meningkat.”
“Mudah-mudahan dalam waktu tiga bulan ini sudah bisa selesai.”
Pemkab Sidoarjo menegaskan komitmen membuka ruang komunikasi yang berkelanjutan dengan pemerintah desa. Seluruh persoalan yang disampaikan akan ditindaklanjuti secara kolaboratif antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan. Masyarakat diharapkan turut memantau dan mendukung pelaksanaan program agar manfaatnya segera terasa.
(AHF/KominfoSidoarjo)




















