10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Wabup Mimik Temukan Spot Hiu Paus di Tlocor Jabon, Dorong Pengembangan Wisata Bahari Sidoarjo

×

Wabup Mimik Temukan Spot Hiu Paus di Tlocor Jabon, Dorong Pengembangan Wisata Bahari Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Foto : Wabup mimik melakukan peninjauan potensi wisata bahari di Tlocor Jabon.
Foto : Wabup mimik melakukan peninjauan potensi wisata bahari di Tlocor Jabon.

SIDOARJO, republiknews.com .– Potensi wisata bahari di Kabupaten Sidoarjo kembali mendapat perhatian. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana SAP menemukan keberadaan hiu paus atau hiu tutul di perairan Tlocor, Kecamatan Jabon, saat melakukan peninjauan potensi wisata bahari bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan unsur Forkopimka Jabon, Kamis (27/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo serta Forkopimka Jabon.

Kemunculan satwa laut berukuran besar tersebut dinilai dapat menjadi potensi baru untuk pengembangan wisata berbasis alam dan konservasi di Kabupaten Sidoarjo.
Mimik mengatakan, keberadaan hiu paus di kawasan Tlocor menjadi daya tarik tersendiri.

Namun, pengembangan potensi tersebut tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Faktor keselamatan pengunjung dan kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian utama apabila kawasan tersebut nantinya dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari.

Menurutnya, kemunculan hiu paus tidak selalu terjadi setiap saat. Pola kemunculan satwa laut tersebut dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya kondisi cuaca serta pasang surut air laut. Karena itu, diperlukan pemantauan secara berkala dan pemetaan kawasan untuk mengetahui karakteristik perairan serta waktu kemunculan hiu paus.

Wabup Mimik menegaskan bahwa pengembangan wisata bahari tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan. Potensi alam yang ada harus mampu memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.

“Potensi alam harus terkoneksi dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga memberikan manfaat yang lebih luas,” demikian gagasan yang disampaikan dalam peninjauan tersebut.

Mimik juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda yang ikut mendorong pengembangan wisata air di Sidoarjo. Ia menyebut keterlibatan anak-anak muda menjadi salah satu energi positif dalam mengangkat potensi wisata bahari yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Mimik mengaku telah melihat langsung keberadaan hiu paus di perairan Tlocor. Ia menyebut peninjauan bersama Disporapar dan BPBD dilakukan untuk menggali berbagai potensi wisata air yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo.

“Saya keliling dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo dan BPBD Kabupaten Sidoarjo untuk mengangkat potensi wisata yang ada di Sidoarjo, terutama wisata air. Ternyata di Sidoarjo ini ada hiu tutul dan sudah saya buktikan dengan melihat secara langsung keberadaan hiu tutul tersebut,” ujarnya.

Meski memiliki potensi besar, Pemkab Sidoarjo masih akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum menentukan bentuk pengembangan kawasan. Kajian diperlukan untuk melihat potensi wisata sekaligus memastikan aspek legalitas dan kewenangan pengelolaan kawasan.

Hal itu menjadi penting karena kawasan perairan Tlocor yang menjadi lokasi kemunculan hiu paus berkaitan dengan wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, khususnya terkait perizinan apabila kawasan tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Selain keberadaan hiu paus, kawasan pesisir Tlocor juga menyimpan potensi ekonomi lainnya.

Dalam peninjauan tersebut, terlihat keberadaan rumput laut yang dinilai dapat dikembangkan sebagai salah satu komoditas unggulan kawasan pesisir Kabupaten Sidoarjo.

Mimik menyebut rumput laut yang terdapat di wilayah Tlocor, Jabon, memiliki kualitas yang sangat baik. Bahkan, menurut keterangan yang disampaikannya, kualitas rumput laut tersebut disebut sebagai salah satu yang terbaik di Asia dan telah mendapat perhatian dari kementerian melalui kegiatan inspeksi lapangan.

Dengan ditemukannya potensi hiu paus dan rumput laut, kawasan Tlocor Jabon memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari yang tidak hanya menawarkan daya tarik alam, tetapi juga menghubungkan sektor pariwisata dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, pengembangan tersebut tetap membutuhkan perencanaan matang, kajian lingkungan, pemetaan kemunculan satwa, aspek keselamatan serta koordinasi lintas instansi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memilih melakukan kajian dan komunikasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi terlebih dahulu agar pengembangan kawasan berjalan sesuai aturan dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Potensi hiu paus di Tlocor sekaligus membuka perspektif baru mengenai wisata Sidoarjo. Daerah yang selama ini dikenal dengan berbagai sektor industri dan perdagangan ternyata juga memiliki kekayaan wisata bahari yang dapat dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Jika dikelola secara tepat, keberadaan satwa laut tersebut dapat menjadi ikon baru wisata bahari Sidoarjo sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir Jabon. Untuk itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, generasi muda, pengelola kawasan dan instansi terkait menjadi kunci agar potensi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *