SIDOARJO , republiknews.com.— Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri.
Keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, menjadi penentu utama kemajuan bersama.
Hal ini disampaikan Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn saat hadir dalam Pengajian Ahad Pahing bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sidoarjo, Minggu (23/8/2026) di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan Pengajian Ahad Pahing digelar dengan tema “Membangun Benteng Akhlaq Anak di Tengah Tantangan Pergaulan Era Digital”.
Acara ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang pencerahan bagi para orang tua dan masyarakat untuk memperkuat peran mendidik anak di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan dunia maya.
Bupati menegaskan dukungan penuh Pemkab Sidoarjo terhadap Aisyiyah maupun seluruh organisasi kemasyarakatan, sebagai mitra sejati dalam membangun daerah.
Pendopo Kabupaten dinyatakan sebagai ruang milik bersama, bukan milik satu kelompok saja.
– Penyelenggara: Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sidoarjo;
– Pembicara utama: Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si.;
– Pimpinan daerah: Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn;
– Peserta: Warga, tokoh masyarakat, para orang tua, serta jajaran Aisyiyah dan Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo;
– Mitra: Pemkab Sidoarjo, yang menjalin kerja sama berkelanjutan dengan Muhammadiyah dan Aisyiyah, termasuk di bidang pendidikan.
Kegiatan berlangsung di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, yang ditegaskan Bupati sebagai ruang publik milik seluruh masyarakat untuk kegiatan positif.
Acara dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026, bertepatan dengan Ahad Pahing dalam kalender Jawa.
– Kemajuan Sidoarjo tidak bisa dijalankan pemerintah sendirian — butuh kebersamaan seluruh elemen masyarakat;
– Tantangan pengasuhan anak kian berat di era digital, di mana informasi mudah diakses tanpa penyaringan;
– Peran orang tua sangat vital sebagai benteng pertama pembentukan akhlak dan karakter anak;
– Organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah dan Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia;
– Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat melahirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Biarkan Kabupaten Sidoarjo ini maju. Kuncinya adalah kebersamaan. Kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan panjenengan semua,” tegas Bupati Subandi.
– Pemkab Sidoarjo memberikan dukungan nyata terhadap kegiatan Aisyiyah dan organisasi lainnya, membuka ruang partisipasi masyarakat tanpa membeda-bedakan;
– Sinergi berjalan di bidang pendidikan, termasuk mengawal dan mendukung penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah;
– Pendopo Kabupaten dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat;
– Dalam penyampaian materi, Prof. Casmini mengaitkan pengasuhan dengan tiga landasan Al-Qur’an:
– QS. At-Tahrim ayat 6 — menjaga diri dan keluarga sebagai amanah;
– QS. Luqman ayat 13 — menanamkan tauhid sejak dini;
– QS. Al-Furqan ayat 74 — berdoa dan berjuang mewujudkan keturunan yang menjadi penyejuk hati;
– Ditekankan pula tiga prinsip dakwah/pengajian: mencerdaskan, memberikan pencerahan, dan membahagiakan masyarakat;
– Orang tua diajak tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual anak, tetapi juga kokohnya akhlak dan iman sebagai benteng dari pengaruh lingkungan dan dunia maya.
Bupati Subandi menegaskan: tugas pemerintah adalah mengayomi semua, dan tugas masyarakat adalah berperan aktif bersama. Tidak ada kemajuan yang lahir dari kepentingan sendiri-sendiri — kebersamaan adalah jalan satu-satunya menuju Sidoarjo yang lebih baik.
Sementara itu, tantangan masa depan menuntut kesiapan orang tua menjadi benteng yang tak tergoyahkan. Di tengah derasnya arus digital, perhatian, pendampingan, dan keteladanan orang tualah yang akan menjaga anak-anak tetap tumbuh menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Bersama pemerintah, bersama organisasi, bersama seluruh keluarga — Sidoarjo maju, akhlak terjaga.
(AHF/KominfoSidoarjo)




















