Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Magetan

Kapolres Magetan Kawal Audiensi Peternak Telur, Pemkab Siapkan Langkah Stabilkan Harga dan Serap Produksi Lokal

×

Kapolres Magetan Kawal Audiensi Peternak Telur, Pemkab Siapkan Langkah Stabilkan Harga dan Serap Produksi Lokal

Sebarkan artikel ini

Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar audiensi bersama paguyuban peternak telur guna menindaklanjuti keluhan para peternak terkait anjloknya harga telur dan kenaikan harga pakan ayam petelur. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (11/5/2026) di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan.

Audiensi dipimpin langsung oleh Hj. Nanik Endang Rusminiarti dan turut dihadiri AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, Drs. Welly Kristanto, M.Si selaku Sekda Kabupaten Magetan, Kasat Reskrim Polres Magetan, Koordinator Program MBG wilayah Kabupaten Magetan, para kepala bidang dinas terkait, Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kabupaten Magetan, Ketua Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PATERAIN), serta perwakilan anggota paguyuban peternak ayam.

Dalam audiensi tersebut, para peternak menyampaikan kondisi sulit yang saat ini dialami akibat harga telur di tingkat peternak yang turun drastis di kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram, sementara harga pakan dan konsentrat terus mengalami kenaikan.

Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan bahwa pihaknya hadir untuk mengawal kebijakan pemerintah sekaligus memastikan aspirasi peternak mendapat perhatian serius.

“Dengan adanya aksi sedekah telur kemarin yang viral membuat Kabupaten Magetan dikenal secara luas, karena Magetan merupakan salah satu daerah penghasil telur terbesar di Jawa Timur,” ujar Kapolres.

Ia juga menyampaikan bahwa persoalan harga telur dan pakan tidak hanya terjadi di Magetan, namun juga dirasakan peternak di berbagai daerah. Meski demikian, para peternak Magetan dinilai mampu menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi sedekah telur kepada masyarakat.

“Saya hadir di sini berdasarkan instruksi pemerintah karena kami juga bagian dari Tim Satgas Pangan. Apa yang telah disepakati bersama terkait keluhan para peternak akan kita kawal bersama-sama. Kami akan selalu mendukung kebijakan Ibu Bupati untuk mensejahterakan para peternak,” tegas AKBP Erik Bangun Prakasa.

Sementara itu, Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah solusi untuk membantu peternak lokal.

“Saat sekarang harga telur anjlok di harga Rp19.000 sampai Rp21.000 dari peternak. Produksi telur juga menumpuk di kandang dan gudang peternak, namun pemerintah daerah sudah menyiapkan solusi,” ungkap Bupati.

Ia menjelaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan telah sepakat menyediakan menu telur sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan kewajiban menggunakan telur dari peternak lokal Magetan.

Selain itu, Pemkab Magetan juga telah menerbitkan surat edaran kepada ASN agar membeli telur minimal satu kilogram dari peternak lokal. Program penanganan stunting seperti Anting Emas dan BMT juga diwajibkan menggunakan menu berbahan telur.

Terkait persoalan pakan, khususnya jagung, Bupati menyebut Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyalurkan jagung SPHP sebanyak 7.900 ton yang akan disalurkan kepada peternak hingga Desember 2026 dengan harga Rp5.500 per kilogram sampai di tingkat peternak.

Sementara itu, Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kabupaten Magetan, Surohman, menyampaikan bahwa kondisi harga telur saat ini sudah berlangsung hampir satu bulan dan sangat memberatkan peternak.

“Kenaikan harga pakan termasuk konsentrat dalam satu bulan sudah naik tiga kali dan saat ini tembus Rp15.000 per kilogram. Di sisi lain stok telur di gudang melimpah dan sulit keluar karena rendahnya harga jual,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut juga dihasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya penyaluran telur ke SPPG melalui empat koperasi dengan koordinasi bersama asosiasi peternak, penetapan harga pembelian telur di SPPG sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP), penguatan branding telur Magetan sebagai sektor unggulan daerah oleh Dinas Peternakan, serta pembaruan data peternak di setiap desa melalui Dinas PMD bersama pemerintah desa.

Audiensi berlangsung aman, tertib, dan diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para peternak dalam menjaga stabilitas sektor peternakan telur di Kabupaten Magetan. (hum/Va)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *