10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Tinjau Betonisasi di Krian, Bupati Sidoarjo Warning Kontraktor Kejar Ketertinggalan Pekerjaan

×

Tinjau Betonisasi di Krian, Bupati Sidoarjo Warning Kontraktor Kejar Ketertinggalan Pekerjaan

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati tinjau betonisasi di Krian.
Foto : Bupati tinjau betonisasi di Krian.

SIDOARJO, republiknews.com .— Bupati Sidoarjo Subandi memberikan peringatan kepada kontraktor pelaksana proyek betonisasi ruas Jalan Krian–Rumah Potong Hewan (RPH)–Kemangsen (Baldes), Sidoarjo.

Kontraktor diminta mempercepat pekerjaan agar pembangunan jalan dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Peringatan tersebut disampaikan Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek pada Selasa, 25 Agustus 2026. Sidak dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan jalan beton sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Memasuki hari keempat pengerjaan, proyek betonisasi jalan tersebut tercatat mengalami deviasi sekitar 1,5 persen. Kondisi itu menjadi perhatian Bupati karena proyek memiliki target penyelesaian dalam waktu empat bulan.

Jalan yang dibeton memiliki panjang sekitar 450 meter dengan lebar 7 meter. Dengan kondisi tersebut, Subandi meminta kontraktor tidak membiarkan deviasi pekerjaan semakin besar dan segera melakukan langkah percepatan di lapangan.

“Kita harapkan dengan waktu empat bulan ini betul-betul bisa selesai. Keterlambatan harus dikejar. Kinerja harus dimaksimalkan agar tidak semakin besar deviasinya,” ujar Subandi saat berada di lokasi proyek.

Alat Berat Diminta Ditambah

Selain persoalan deviasi, Subandi juga menyoroti penggunaan alat berat dalam pelaksanaan proyek. Menurutnya, alat yang digunakan di lokasi masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pekerjaan betonisasi dengan medan yang cukup berat.

“Kita lihat alatnya terlalu kecil. Harusnya betonisasi sebesar ini alat beratnya lebih besar,” tegasnya.

Untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan, kontraktor diminta menyiapkan tambahan alat berat.

Pemerintah daerah berharap penambahan peralatan tersebut mampu meningkatkan produktivitas sehingga pekerjaan dapat dikebut tanpa mengabaikan kualitas pembangunan.

Subandi menyebut akan disiapkan dua alat untuk mendukung percepatan pekerjaan betonisasi jalan sepanjang 450 meter tersebut.
Metode Precast Diganti Cor
Dalam sidak tersebut, Bupati juga menjelaskan adanya perubahan metode pengerjaan.

Sebelumnya, pelaksanaan betonisasi menggunakan metode precast. Namun, metode tersebut dinilai kurang baik sehingga material yang telah terpasang harus dibongkar dan pekerjaan kembali dilakukan menggunakan metode cor.

“Ini awal percobaan untuk betonisasi Sidoarjo kita pakai precast, ternyata kurang bagus, tidak bisa dipakai. Ini lagi dicor, yang sebelumnya dirusak kembali,” jelas Subandi.

Perubahan metode tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengejar target pembangunan..

Pemerintah daerah meminta kontraktor mengoptimalkan pekerjaan agar perubahan metode tidak semakin memengaruhi jadwal penyelesaian proyek.

Proyek betonisasi tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp3,6 miliar. Karena itu, Subandi menekankan agar pengerjaan dilakukan secara serius dan pengawasan di lapangan diperketat.

Konsultan Pengawas Diminta Pantau Setiap Hari
Bupati Sidoarjo juga meminta konsultan pengawas melakukan pemantauan pekerjaan setiap hari.

Perkembangan proyek harus terus diperbarui melalui sistem E-Kenda, sehingga pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi pekerjaan secara berkala.

Menurut Subandi, laporan konsultan pengawas menjadi salah satu dasar bagi Pemkab Sidoarjo untuk mengetahui perkembangan proyek, termasuk mendeteksi apabila terjadi keterlambatan.

“Kalau deviasi ya tentu kita akan tegur. Normalnya berapa, ya ini harus kita sampaikan. Makanya tadi kuncinya adalah di konsultan pengawas,” tegasnya.

Pengawasan, kata Subandi, tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab konsultan. Camat dan pemerintah desa juga diminta ikut mengawal pekerjaan agar pelaksanaan proyek benar-benar sesuai target.

Ia berharap keterlibatan berbagai pihak tersebut dapat membantu memastikan pembangunan jalan berjalan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Jalan Berpotensi Ditutup Total
Selama proses betonisasi berlangsung, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan. Apabila seluruh bagian jalan sudah dibongkar, jalan tersebut akan ditutup total dan arus kendaraan dialihkan.

Menurut Subandi, pengalihan arus diperlukan karena pekerjaan menggunakan alat berat serta menghadapi kondisi medan yang cukup berat. Penutupan jalan juga dilakukan untuk menjaga proses pembangunan sekaligus memperhatikan keselamatan pengguna jalan.

“Jika seluruh bagian jalan sudah dibongkar, maka jalan akan ditutup total dan arus lalu lintas akan dialihkan,” demikian penjelasan dalam keterangan Pemkab Sidoarjo.

Masyarakat pengguna jalan diharapkan memperhatikan perkembangan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

Pengendara juga perlu menyesuaikan perjalanan apabila nantinya dilakukan penutupan total dan pengalihan arus.

Evaluasi Proyek Tahun Sebelumnya
Subandi mengatakan pengalaman pelaksanaan proyek pada 2025 menjadi bahan evaluasi Pemkab Sidoarjo. Pada tahun sebelumnya, masih ditemukan sejumlah proyek dengan deviasi dan keterlambatan pekerjaan.

Bahkan, terdapat kontraktor yang dikenai denda akibat keterlambatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap proyek pembangunan pada 2026.

“Jangan sampai terjadi seperti pada tahun 2025 banyak deviasi, banyak keterlambatan, banyak kontraktor kena denda. Nah, ini sebagai koreksi kita,” pungkas Subandi.

Pemkab Sidoarjo berharap proyek betonisasi Jalan Krian–RPH–Kemangsen dapat diselesaikan sesuai target empat bulan. Percepatan pekerjaan, penambahan alat berat, serta pengawasan secara rutin menjadi langkah yang ditekankan untuk mencegah deviasi semakin besar.

Dengan pengawasan dari konsultan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta Pemkab Sidoarjo, pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pengguna ruas jalan tersebut.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *