Republiknews.com,Sidoarjo – Pemerintah Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, menggelar acara Ruwat Desa yang berlangsung khidmat di Balai Desa Banjar Kemuning. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Banjar Kemuning, M. Zainul Abidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ruwat desa merupakan agenda budaya dan spiritual yang memiliki makna penting bagi masyarakat.
Selain sebagai bentuk ungkapan syukur atas limpahan rezeki dan keselamatan, ruwat desa juga menjadi sarana doa bersama agar desa senantiasa diberikan ketenteraman, dijauhkan dari segala marabahaya, serta masyarakatnya hidup rukun dan sejahtera.
“Ruwat desa ini bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi merupakan ikhtiar batin masyarakat Banjar Kemuning untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan oleh generasi muda,” ujar M. Zainul Abidin.
Acara ruwat desa tersebut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Sedati, jajaran staf kecamatan, Babinsa, serta Kanit Binmas. Kehadiran unsur Forkopincam menunjukkan sinergitas dan dukungan pemerintah kecamatan serta aparat keamanan terhadap kegiatan adat dan budaya masyarakat desa.
Selain itu, turut hadir Kepala Desa Cemandi dan Kepala Desa Pulungan, yang memberikan dukungan moral serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ruwat desa di Banjar Kemuning. Kehadiran para kepala desa tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan antar desa di wilayah Kecamatan Sedati.
Rangkaian acara ruwat desa diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Doa tersebut ditujukan untuk keselamatan desa, kelancaran pembangunan, serta kesejahteraan seluruh warga Banjar Kemuning. Suasana khidmat terasa saat seluruh tamu undangan dan warga mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan.
Kanit Binmas yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ruwat desa yang berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Ia menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai positif dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat.
Babinsa Desa Banjar Kemuning juga menambahkan bahwa pelestarian budaya lokal sejalan dengan upaya menjaga ketahanan sosial masyarakat. Tradisi ruwat desa dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Masyarakat Banjar Kemuning tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Mereka berharap ruwat desa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari identitas budaya desa serta menjadi momentum refleksi bersama untuk membangun desa ke arah yang lebih baik.
Dengan digelarnya ruwat desa ini, Pemerintah Desa Banjar Kemuning menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan adat istiadat lokal, sekaligus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah demi terciptanya desa yang aman, damai, dan sejahtera.
(AHF)



















