Republiknews.com, Wonogiri – Kabupaten Wonogiri , Jawa Tengah, direncanakan akan memiliki pabrik semen baru dengan nilai investasi sebesar Rp 6 trilyunan di wilayah Pracimantoro,namun warga menolak karena merusak lingkungan.
Pabrik semen dengan investasi senilai Rp 6 triliun akan di bangun oleh PT Anugerah Andalan Asia ( PT AAA) yang di klaim bisa menyerap tenaga kerja mencapai sekitar 2.400 orang dan bisa lebih saat beroperasi, dapat perlawanan warga Pracimantoro.
Penolakan dari beberapa aliansi seakan tidak mempengaruhi kinerja PT AAA untuk terus melakukan proses pelaksanaan.
Saat ini pihak PT Anugerah Andalan Asia masih dalam proses perizinan dan akan menargetkan, tahun depan sudah melakukan proses kontruksi. Hal ini disampaikan, Direktur Utama Anugerah Andalan Asia Suwadi Bing Andi,
“saat ini pihaknya masih mengurus perizinan. Ia pun menargetkan, tahun depan sudah bisa mulai melakukan konstruksi” papar Suwadi.
Namun warga Pracimantoro sendiri banyak melakukan penolakan dengan kehadiran pabrik semen tersebut, hal ini dinyatakan dengan unjuk rasa penolakan oleh masyarakat sekitar dan beberapa aliansi, Solidaritas Warga Wonogiri serta Aktifis Lingkungan.
Agus Sibeh , selaku perwakilan Solidaritas Warga Wonogiri mengecam berdirinya pabrik semen yang dinilai lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya bagi warga setempat karna di pastikan akan merusak alam, mengingat warga sekitar mayoritas petani.
Hal ini disampaikan saat Bupati Wonogiri Setyo Sukarno melakukan kunjungan ke Desa Banaran, Pracimantoro. Puluhan warga Desa Watangrejo, Desa Suci, dan Desa Sambiroto. Rabu (12/3/2025) malam.
Iring – iringan mobil Bupatipun sempat dihadang warga yang melakukan demo penolakan. Warga berharap pihak pemerintah menerima Investasi yang tidak merusak lingkungan dan hilangnya sumber air.
Senada dengan Solidaritas Warga Wonogiri, Laskar Tali Jiwo dan aktivis lingkungan Lingkar Keadilan Ruang, Himawan Kurniadi, menjelaskan dampak kerusakan karst bakal jauh lebih besar dibandingkan keuntungannya.
Penolakan Laskar Tali Jiwo bukan tanpa alasan. Berdasarkan kajian dari Masyarakat Speleologi Indonesia, lokasi pabrik semen akan berada Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu, Pracimantoro, Wonogiri.
Sebagai informasi, KBAK Gunung Sewu sendiri merupakan ekosistem penting karena berfungsi menyimpan air. Di dalamnya, terdapat banyak sekali gua, sungai bawah tanah, mata air, dan telaga.
Dengan adanya pertambangan dan pabrik semen dipastikan akan merusak ekosistem yang ada terutama sumber air di area tersebut. (Suryo)




















