Ruang Iklan
Sidoarjo

Posyandu ILP Cukil Desa Pepe: Langkah Nyata Hadirkan Layanan Kesehatan Merata untuk Semua Usia

×

Posyandu ILP Cukil Desa Pepe: Langkah Nyata Hadirkan Layanan Kesehatan Merata untuk Semua Usia

Sebarkan artikel ini
Foto : Kegiatan Posyandu ILP Cukil Desa Pepe Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
Foto : Kegiatan Posyandu ILP Cukil Desa Pepe Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Republiknews.com.SIDOARJO. Pelayanan kesehatan yang merata dan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci terciptanya desa yang sehat dan tangguh.

Semangat inilah yang diwujudkan melalui kegiatan Posyandu Terpadu Integrasi Layanan Primer (ILP) Cukil di Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, yang hari ini menggelar pelayanan kesehatan terpadu bagi 190 warga dari berbagai kelompok usia.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memastikan setiap tahap siklus hidup masyarakat mendapatkan perhatian dan pemantauan kesehatan yang optimal.Selasa,(14/7/2026).

Berbeda dengan pola posyandu konvensional yang umumnya hanya berfokus pada pelayanan ibu hamil dan balita, Posyandu ILP Cukil menerapkan pendekatan yang jauh lebih luas.

Sasaran pelayanan kali ini mencakup seluruh kelompok siklus hidup: ibu hamil, bayi dan balita, anak prasekolah hingga remaja, kelompok usia produktif, hingga warga lanjut usia.

Semua kebutuhan pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi fisik, serta penyuluhan dasar kini dapat diperoleh warga di satu tempat yang sama, tanpa harus berpindah lokasi atau menunggu jadwal pelayanan yang terpisah.

Kegiatan yang berlangsung di lokasi Posyandu ILP Cukil sejak pagi hari ini dipimpin langsung oleh Ketua Posyandu ILP Cukil, Hartutik, dan dilaksanakan berkolaborasi erat dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sedati.

Para kader posyandu dan petugas medis bekerja secara teratur mulai dari pendaftaran, pengukuran parameter fisik, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian arahan dan konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing warga.

Nagi balita dilakukan pemantauan tumbuh kembang melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan rutin, sementara warga lansia diperiksa tekanan darah serta pemantauan penyakit kronis yang diderita.

Penerapan program Integrasi Layanan Primer ini bukan sekadar perubahan bentuk pelayanan, melainkan upaya strategis untuk menghilangkan fragmentasi layanan kesehatan dasar.

Melalui sistem ini, potensi masalah kesehatan dapat dideteksi lebih dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Hal ini sejalan dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Pepe secara menyeluruh, serta menurunkan risiko komplikasi dan beban penyakit yang bisa dicegah sejak awal.

Saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan, Kepala Desa Pepe, M. Yasir, S.H., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Pemerintah Desa Pepe sangat mendukung penuh inisiatif Posyandu ILP Cukil. Kesehatan warga adalah prioritas utama kami, dan kami berharap kehadiran pelayanan terpadu ini bisa menjangkau seluruh warga, terutama mereka yang sebelumnya sulit mengakses layanan kesehatan rutin. Kami juga berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran kegiatan serupa di masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Posyandu ILP Cukil, Hartutik, menambahkan bahwa antusiasme warga yang hadir sangat menggembirakan. “Kami berharap melalui pelayanan terpadu ini, tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam pemantauan kesehatan. Mulai dari bayi yang baru lahir hingga kakek-nenek, semuanya berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik di lingkungan sendiri. Kegiatan ini akan terus kami laksanakan secara berkala, dan seluruh data kesehatan warga akan kami catat serta pantau bersama Puskesmas Sedati, agar jika ditemukan indikasi masalah kesehatan dapat segera ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian integral dari upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam memperkuat fondasi layanan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat desa. Dengan posyandu yang mampu melayani seluruh siklus hidup, diharapkan tercipta budaya hidup sehat yang berkelanjutan, serta masyarakat yang lebih sadar dan mandiri dalam menjaga kesehatannya masing-masing.

(AHF)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *