Example floating
Example floating
Aceh Timur

Dua Bulan Pascabanjir, Sekdes Gampong Jawa Hadapi Protes Warga dan Buktikan Data Susulan Tetap Diterima

×

Dua Bulan Pascabanjir, Sekdes Gampong Jawa Hadapi Protes Warga dan Buktikan Data Susulan Tetap Diterima

Sebarkan artikel ini

Republinews , Aceh Timur — Kepala Desa Gampong Jawa, M. Nasir, melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Henny Khalifah bersama operator desa, kepala dusun (kadus), dan seluruh perangkat desa, sejak awal kejadian banjir terus bekerja tanpa lelah memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Dua bulan pascabanjir yang mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan, seluruh data telah dihimpun melalui kerja sama perangkat desa dan para kepala dusun.

Kinerja Sekdes Gampong Jawa beserta para kadus dan staf perangkat desa patut diapresiasi. Meski demikian, masih terdapat sejumlah oknum warga yang merasa kurang puas terhadap kinerja pemerintahan desa dalam proses pendataan bantuan.

Berdasarkan data awal, jumlah Kepala Keluarga (KK) di Gampong Jawa tercatat sebanyak 858 KK. Namun, saat Tim Relawan Verifikasi Data turun ke lapangan, hanya ditemukan 719 KK. Hal ini disebabkan data awal dikirim untuk percepatan pendataan ke pusat, sehingga proses penambahan data susulan terus dilakukan. Kondisi tersebut membuat sebagian warga yang belum terdata merasa seolah tidak diperhatikan.

Menanggapi hal tersebut, Sekdes Gampong Jawa tidak tinggal diam. Ia langsung menjumpai Tim BNPB dan BPBD agar persoalan ini dapat diselesaikan, sehingga tidak menimbulkan benturan antara perangkat desa dan masyarakat.

“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memberikan tambahan waktu selama tiga hari agar warga yang belum terdata bisa diusulkan,” ujar Henny.
Meski demikian, di lapangan masih ditemukan oknum warga yang tidak mempercayai informasi tersebut dan menyebutkan bahwa pendataan sudah ditutup dan tidak lagi diterima oleh pemerintah.

Pada Senin (2/2/2026), Henny kembali menemui Tim BNPB yang diwakili oleh Dewan Pengarah, Isro. Di hadapan sejumlah warga, Henny menyampaikan langsung aspirasi masyarakat terkait data rumah yang tertinggal, sekaligus memastikan apakah masih bisa diproses agar perangkat desa tidak terus menjadi sasaran keluhan warga.
Dengan tegas, Dewan Pengarah BNPB menyampaikan bahwa pihaknya masih menerima data sebanyak-banyaknya bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Henny juga menjelaskan bahwa data susulan telah dibawa ke Posko Satu di Pendopo Bupati Aceh Timur dan telah dilakukan penginputan tahap kedua di BNPB.
“Kami berharap kepada seluruh masyarakat Aceh Timur, jika masih ada data rumah yang tertinggal, segera laporkan ke pemerintah desa untuk diteruskan kepada kami,” ujar Isro kepada media ini, yang turut dihadiri beberapa warga Gampong Jawa.

Lebih lanjut, Henny mengakui sempat terjadi miskomunikasi antara dirinya dan sebagian masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa data rumah yang tertinggal sudah diserahkan ke posko, dan hari ini telah dibuktikan bahwa data susulan masih diterima serta tidak ada penutupan pendataan.

“Kami berharap kepada masyarakat, khususnya warga Gampong Jawa, agar tidak mudah terprovokasi. Mari sama-sama kita bangun desa ini, dan setiap persoalan dapat kita selesaikan melalui musyawarah dan mufakat,” pungkas Henny.
(Usman)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *