Republiknews.com,Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus menyalurkan bantuan kursi roda kepada warga di Kecamatan Wonoayu, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Candinegoro, Sawocangkring, dan Wonokasian dengan didampingi Kepala Dinas Sosial, Baznas, Camat Wonoayu, serta Forkopimka.
Selain melakukan pengecekan kondisi rumah warga, kegiatan rutin akhir pekan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat kurang mampu, khususnya yang tinggal di hunian tidak layak serta warga yang membutuhkan alat bantu mobilitas.
Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi meninjau rumah milik Sukirman (46) di Dusun Dermo, Desa Candinegoro. Rumah yang ditempati bersama istri dan anaknya itu dinilai masih belum layak huni, terutama pada bagian atap, kamar mandi, dan dapur.
“Ini tadi kita cek, terutama atapnya ini masih pring atau bambu. Kalau hujan pasti bocor. Nanti akan kita instruksikan Baznas untuk segera ada perbaikan atap, kamar mandi, serta pemasangan keramik supaya rumah ini benar-benar layak huni dan nyaman ditempati,” ujar Subandi.
Selain sidak RTLH, Subandi juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada sejumlah warga di Desa Sawocangkring dan Desa Wonokasian. Bantuan diberikan kepada Mukayanah (60) yang hidup sebatang kara dan mengalami keterbelakangan mental, Rawit (60) penderita diabetes, Dewi Yucha (75) yang mengalami cacat permanen pada kaki, serta Sugeng (71) yang menderita komplikasi jantung.
Menurutnya, program bantuan kursi roda akan terus dijalankan bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah daerah akan terus turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu meringankan beban warga.
Melalui program perbaikan RTLH dan penyaluran alat bantu mobilitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap kualitas hidup masyarakat dapat meningkat serta beban ekonomi warga kurang mampu dapat berkurang.
(AHF/Kominfo Sidoarjo)




















