SIDOARJO, republiknews.com.— Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., mendorong penguatan peran Forum Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai mekanisme satu pintu penyaluran dan pelaporan bantuan perusahaan guna mempercepat pembangunan sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo. Hal itu disampaikannya dalam audiensi yang melibatkan jajaran pejabat daerah, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Senin (26/10/2026).
Sinergi di Tengah Keterbatasan Dana Transfer
Dalam pernyataannya, Subandi menegaskan bahwa pengelolaan CSR yang terpadu menjadi kebutuhan mendesak di tengah pengurangan Dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, pembiayaan alternatif di luar APBD sangat diperlukan agar program prioritas tetap berjalan optimal.
“Tentunya, kontribusi dunia usaha akan mendukung pembangunan daerah. Mulai infrastruktur, penanganan persoalan sosial dan lingkungan, hingga pendidikan,” ujar Subandi.
Saat ini tercatat sekitar 6.000 perusahaan beroperasi di Sidoarjo. Potensi besar ini diharapkan dapat dikelola bersama agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Subandi juga mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang selama ini telah berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Skema 70:30 dan Satu Pintu Koordinasi
Agar program tidak berjalan sendiri-sendiri, Subandi mengusulkan pembagian peran yang jelas antara pemerintah daerah dan dunia usaha, yaitu dukungan 70 persen dari pemerintah dan 30 persen dari CSR. Skema ini akan dibahas lebih lanjut dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pihak.
Selain itu, penyaluran CSR harus diselaraskan dengan program prioritas daerah, termasuk pembangunan infrastruktur yang dikoordinasikan bersama Dinas PU BM SDA. Semua kegiatan diharapkan berjalan melalui satu pintu agar transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Saya titip. Dengan adanya Forum CSR ini, kegiatannya harus benar-benar berjalan, bukan hanya sebatas nama. Apa pun programnya perlu dikoordinasikan melalui satu pintu supaya jelas arah dan manfaatnya,”tegasnya.
(AHF/KominfoSidoarjo)




















