10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Buka CFD Perdana dan Bazar UMKM Durungbedug, Wabup Mimik Tawarkan Pinjaman Lunak Tanpa Jaminan

×

Buka CFD Perdana dan Bazar UMKM Durungbedug, Wabup Mimik Tawarkan Pinjaman Lunak Tanpa Jaminan

Sebarkan artikel ini
Foto : Wabup mimik buka CFD dan bazar UMKM di Durung Bedug.
Foto : Wabup mimik buka CFD dan bazar UMKM di Durung Bedug.

SIDOARJO , republiknewsc.com.– Ribuan masyarakat menyambut antusias pelaksanaan Car Free Day (CFD) perdana di Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan bazar UMKM tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus mendorong aktivitas perekonomian warga.

CFD perdana itu digelar di sepanjang Jalan Desa Durungbedug dengan panjang sekitar satu kilometer. Jalan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk senam bersama. Di sisi lain, ratusan pelaku UMKM membuka lapak dan menawarkan beragam produk kepada masyarakat.

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, SAP turut hadir dan menyambut positif pelaksanaan CFD sekaligus bazar UMKM tersebut. Berdasarkan data pemerintah daerah, sebanyak 360 pelaku UMKM ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Menurut Mimik, kegiatan CFD tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.

“Mudah-mudahan setiap hari Minggu diadakan acara seperti ini. Ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian Desa Durungbedug,” ujarnya.

Pemkab Siapkan Permodalan UMKM
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Mimik juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus mendorong pelaku UMKM agar dapat berkembang dan naik kelas.

Salah satu dukungan yang disiapkan adalah fasilitas permodalan melalui BPR Delta Artha Perseroda milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Program tersebut diberikan melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda).

Dalam press release Pemkab Sidoarjo disebutkan, pinjaman tersebut memiliki bunga 2 persen per tahun atau sekitar 0,16 persen per bulan, serta disebut tidak membutuhkan jaminan. Besaran pinjaman yang ditawarkan mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta.

“Jadi, warga Durungbedug yang ingin mengembangkan usaha UMKM-nya bisa mendapatkan pinjaman lunak. Minimal Rp5 juta sampai Rp10 juta. Syaratnya, cukup ber-KTP warga Sidoarjo,” kata Mimik.

Ia mengajak para pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas permodalan tersebut untuk mengembangkan usaha. Selain permodalan, Mimik juga mengingatkan pentingnya legalitas usaha.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu mendaftarkan izin usaha karena dokumen tersebut dapat menjadi salah satu akses untuk memperoleh berbagai fasilitas bantuan permodalan. Pemkab Sidoarjo juga menyatakan siap memfasilitasi pelaku UMKM dalam proses mendapatkan izin usaha.

Dorong Lapak UMKM Lebih Tertata
Mimik juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan aktivitas perdagangan UMKM di lokasi CFD. Ia menyampaikan peluang bantuan gerobak jualan bagi pelaku usaha ke depan, dengan catatan penataan lapak tetap dilakukan secara rapi.
Selain penataan lapak, kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian.

Para pedagang dan pengunjung diminta bersama-sama menjaga kebersihan, terutama dalam pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung.

Tak hanya soal UMKM, Wabup Mimik mengajak masyarakat Durungbedug mempercantik lingkungan tempat tinggal. Salah satu tanaman yang disarankan adalah bunga bougenville karena dinilai mudah dirawat, tahan panas, serta memiliki bunga yang indah.

CFD Akan Jadi Agenda Rutin

Sementara itu, Kepala Desa Durungbedug M. Iskaq menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan Candi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan CFD dan bazar UMKM akan dijadikan agenda rutin setiap Minggu. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Jalan Desa Durungbedug akan ditutup mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB setiap pelaksanaan CFD.

“Kegiatan ini sudah beberapa bulan kita rencanakan. Alhamdulillah, dengan dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten, kegiatan sukses terlaksana,” ujar M. Iskaq.

Menariknya, bazar UMKM tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Durungbedug. Pelaku UMKM dari desa lain juga diperbolehkan mengisi stan penjualan.

Dari sekitar 360 UMKM yang berpartisipasi, sebanyak 300 UMKM merupakan warga Durungbedug, sedangkan sisanya berasal dari luar desa. Pemdes Durungbedug hanya menarik retribusi kebersihan dan keamanan sebesar Rp5.000 per lapak.

Dengan adanya CFD dan bazar UMKM yang direncanakan berlangsung rutin, Desa Durungbedug tidak hanya menghadirkan ruang aktivitas masyarakat pada Minggu pagi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menggabungkan aktivitas olahraga, interaksi sosial, dan penguatan ekonomi lokal dalam satu ruang publik desa.

(Gung)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *