Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Minahasa Utara

Antara Karakter dan Bijak bermedsos: Mahasiswa Filsafat Unklab Pelajari Giver–Matcher–Taker serta Risiko UU ITE dalam Era Digital

×

Antara Karakter dan Bijak bermedsos: Mahasiswa Filsafat Unklab Pelajari Giver–Matcher–Taker serta Risiko UU ITE dalam Era Digital

Sebarkan artikel ini

UNIVERSITAS KLABAT . Fakultas Filsafat Universitas Klabat mengadakan kuliah inspiratif dalam mata kuliah Media Ministry yang dipimpin oleh Douglas Sepang, S.Th, M.Min, Ph.D. Rabu(29/10/25)

Kegiatan ini menghadirkan Jupiter Weku, S.H., M.A.P., M.M., sebagai pembicara tamu yang membahas dua tema penting: “Giver, Matcher, dan Taker dalam Organisasi” serta “Do and Don’ts: Dampak Hukum Penggunaan Media Sosial Berdasarkan UU ITE Undang‑Undang Nomor 1 Tahun 2024 (UU 1/2024)”
.
Sebanyak 46 mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi tentang karakter profesional dan kesadaran hukum dalam media sosial.

Dalam sesinya, Jupiter Weku menjelaskan bahwa memahami peran giver, matcher, dan taker membantu mahasiswa mengenali potensi diri, menghindari lingkungan kerja toksik, serta membangun etika profesional.

Ia juga menekankan bahwa setiap tindakan di media sosial memiliki konsekuensi hukum nyata, mengingat UU ITE mencakup sanksi atas penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun pencemaran nama baik di ruang digital.

“Memahami giver, matcher, dan taker akan menentukan arah karier dan membantu mahasiswa menghindari lingkungan yang tidak sehat.

Lebih penting lagi, kesadaran hukum dalam bermedia sosial akan sangat memengaruhi masa depan profesional seseorang,” ujar Jupiter Weku.

Menanggapi hal itu, Douglas Sepang PhD menyampaikan apresiasinya:
“Topik ini bukan hanya relevan tetapi juga membentuk karakter dan etika digital mahasiswa dalam menggunakan media sosial.

Kami berharap sesi seperti ini dapat berlanjut karena memberi wawasan praktis bagi pelayanan dan dunia kerja.”

“Kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang mewajibkan pelamar visa mencantumkan seluruh akun media sosial lima tahun terakhir menjadi pengingat bagi kita semua bahwa jejak digital kini dinilai layaknya rekam jejak moral dan profesional.

Gunakan media sosial dengan bijak, karena apa yang kita unggah hari ini dapat menentukan kesempatan kita di masa depan.” lanjutnya.

Kelas berlangsung dinamis dengan banyak pertanyaan mahasiswa seputar praktik di dunia kerja dan kasus hukum digital nyata.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Filsafat Universitas Klabat menegaskan komitmennya untuk mendidik generasi yang berkarakter, beretika, dan bijak dalam setiap postingan di dunia digital. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *