10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Antisipasi Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

×

Antisipasi Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
Foto: Antisipasi musim hujan,Pemkab Sidoarjo perkuat kesiapsiagaan hadapi bencana Hidrometeorologi.
Foto: Antisipasi musim hujan,Pemkab Sidoarjo perkuat kesiapsiagaan hadapi bencana Hidrometeorologi.

SIDOARJO , republiknews.com.— Menyambut musim hujan yang diprediksi berlangsung Desember 2026–Maret 2027 dengan puncak curah hujan pada Februari 2027, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, meliputi banjir, angin kencang, hingga kekeringan.

Bupati Sidoarjo H. Subandi memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Alun-alun Sidoarjo, Jumat (6/11/2026), yang diikuti sekitar 400 peserta dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PLN, PMI, dan unsur terkait lainnya.

Peralatan Disiapkan:

– 17 unit pompa air & 17 unit peralatan pompa
– 4 perahu karet
– 51 kendaraan operasional, ambulans, 10 sepeda motor trail
– 12 unit mobil pemadam kebakaran
– 40 tenda pengungsian, 2 dapur umum, 20 genset, 50 gergaji mesin
– 32 rumah air tersebar di 6 kecamatan

Posko Siaga Diaktifkan:

– 1 posko utama BPBD
– 4 posko bencana di Tanggulangin, Porong, Candi, dan Jabon yang siap diaktifkan saat kondisi darurat

Bupati Subandi menginstruksikan seluruh kecamatan segera mengaktifkan posko bencana dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Saya instruksikan masing-masing kecamatan mengaktifkan posko bencana. Kolaborasi harus terus ditingkatkan. Bencana ini tidak bisa diperkirakan sehingga harus kita tanggulangi dengan kesiapsiagaan,” tegasnya.

Selain penyiapan peralatan, normalisasi sungai dan saluran air terus dilakukan, terutama di Tanggulangin, Porong, dan Candi. Di Kedungpeluk, Candi, telah dibangun dam besar guna pengendalian banjir. Subandi menjelaskan tantangan unik wilayah Sidoarjo sebagai kawasan delta: saat air laut pasang, air sungai tidak dapat langsung dibuang dan harus menunggu kondisi memungkinkan.

Sepanjang Januari–1 November 2026, tercatat 28 kejadian bencana: 4 banjir, 21 angin kencang, dan 3 kekeringan. Angin kencang berdampak di 14 kecamatan dan 63 desa dengan 288 rumah mengalami kerusakan ringan.

“Sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait, dan relawan terus diperkuat agar mitigasi dan penanganan bencana berjalan optimal serta melindungi masyarakat,” harap Bupati.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *