ACEH TIMUR – Direktur Perumda Air Minum Tirta Peusada Aceh Timur, Iskandar, SH, menanggapi adanya desakan agar Bupati Aceh Timur melakukan evaluasi terhadap Direktur Utama perusahaan daerah tersebut menyusul masih adanya gangguan pelayanan air bersih pascabanjir.
Menurut Iskandar, kondisi Perumda Tirta Peusada saat ini harus dilihat dalam konteks dampak bencana banjir besar yang menerpa Aceh Timur pada 26 November 2025 dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur sistem penyediaan air minum (SPAM) serta jaringan distribusi.
“Yang kita butuhkan sekarang bukan persoalan evaluasi namun dukungan dari masyarakat untuk TIM PDAM guna mencari solusi agar Perumda Tirta Peusada bisa bangkit kembali dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus kita tingkatkan setelah diterpa bencana,” ujar Iskandar.
Ia menjelaskan, pihaknya hingga saat ini terus melakukan berbagai upaya, termasuk berkoordinasi dan melakukan lobi dengan sejumlah pihak untuk mendapatkan dukungan terhadap percepatan perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir.
“Setelah bencana, kita tidak tinggal diam. Kita terus bekerja dan berkoordinasi agar infrastruktur yang rusak bisa segera mendapatkan penanganan. Ini membutuhkan dukungan dan kerja sama banyak pihak,” katanya.
Iskandar menyebutkan, dalam waktu dekat Hutama Karya (HK) akan melakukan pekerjaan perbaikan pada sejumlah infrastruktur SPAM, di antaranya SPAM Lhoknibong dan SPAM Buket Takteh.
Menurutnya, rencana penanganan tersebut merupakan bagian penting dari upaya pemulihan pelayanan air bersih kepada masyarakat Aceh Timur.
“Insya Allah, dalam waktu dekat ada penanganan dari Hutama Karya untuk SPAM Lhoknibong dan SPAM Buket Takteh. Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada Selasa, 29 September 2026, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh bersama sejumlah direktur Perumda/PDAM dari kabupaten/kota yang terdampak bencana turut mengikuti kegiatan di Hotel Royal Idi bersama pihak Hutama Karya.
Pertemuan tersebut, kata Iskandar, menjadi bagian dari koordinasi dalam membahas penanganan infrastruktur air minum yang terdampak bencana.
“Ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan terus berjalan. Kita sedang berusaha membangun komunikasi dan mencari dukungan agar persoalan infrastruktur yang rusak bisa segera ditangani,” ujarnya.
Iskandar mengakui bahwa pelayanan Perumda Tirta Peusada masih menghadapi berbagai tantangan. Selain kerusakan jaringan akibat banjir, kondisi sumber air baku di sejumlah wilayah juga menjadi persoalan tersendiri. Sebelumnya, pihak Perumda telah menjelaskan bahwa kekeruhan air baku di SPAM Lhoknibong sempat mencapai sekitar 2.000 NTU sehingga menyulitkan proses pengolahan air.
Untuk itu, ia meminta seluruh pihak melihat persoalan pelayanan air bersih secara utuh dan tidak hanya dari sisi gangguan distribusi yang dirasakan masyarakat.
“Kita memahami keluhan masyarakat. Kita juga tidak menutup mata terhadap kekurangan yang masih terjadi. Tetapi mari kita lihat persoalannya secara menyeluruh. Ada infrastruktur yang rusak akibat bencana dan ada proses pemulihan yang memang membutuhkan waktu,” katanya.
Ia menegaskan, jajaran Perumda Tirta Peusada tetap berkomitmen melakukan perbaikan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Kita berikan kesempatan kepada direktur dan seluruh jajaran untuk bekerja terlebih dahulu. Biarkan kami membuktikan melalui kerja dan hasil. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana pelayanan masyarakat bisa kembali normal dan infrastruktur yang rusak dapat segera diperbaiki,” tegas Iskandar.
Menurutnya, evaluasi terhadap sebuah institusi merupakan hal yang dapat dilakukan pada waktunya. Namun, dalam situasi pascabencana seperti saat ini, dukungan dan solusi konkret dinilai jauh lebih dibutuhkan.
“Bapak Bupati tentu memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi kapan saja. Tetapi saat ini mari kita sama-sama fokus pada pemulihan. Kami membutuhkan dukungan Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Aceh, pemerintah pusat, mitra kerja dan seluruh masyarakat agar Perumda Tirta Peusada dapat segera bangkit,” pungkasnya.
Tim




















