10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Bupati Subandi Terima Penghargaan dari Mendagri, Sidoarjo Raih Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar

×

Bupati Subandi Terima Penghargaan dari Mendagri, Sidoarjo Raih Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati Sidoarjo menerima penghargaan dari Mendagri.
Foto : Bupati Sidoarjo menerima penghargaan dari Mendagri.

SIDOARJO, republiknews.com .– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Kali ini, Pemkab Sidoarjo meraih penghargaan atas keberhasilan dalam Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali.

Atas capaian tersebut, Pemkab Sidoarjo juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp1,5 miliar.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kepada Bupati Sidoarjo Subandi dalam acara yang berlangsung di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat (28/8/2026).

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali tersebut diikuti tujuh provinsi, 93 kabupaten, dan 35 kota yang berada di wilayah Jawa dan Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi hadir bersama Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo Ridho Prasetyo, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemkab Sidoarjo. Menurutnya, kinerja pemerintahan yang baik pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan pemimpinnya.

“Kinerja yang baik pada akhirnya akan berbuah kepercayaan publik. Jika tata kelola pemerintahan bagus, masyarakat akan menilai positif pemimpinnya,” kata Tito.

Tito juga menyampaikan bahwa apresiasi terhadap pemerintah daerah yang memiliki kinerja baik tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi dapat memberikan dampak lebih luas

. Predikat sebagai daerah berprestasi dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik, daya tarik investasi, serta membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha dan mitra pembangunan.
Selain itu, pemerintah daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik juga mendapatkan manfaat berupa insentif fiskal.

Namun, Tito menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Pemerintah daerah yang belum mendapatkan apresiasi tetap didorong untuk terus meningkatkan kinerja dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan dalam memperkuat pengelolaan sampah sekaligus menjaga lingkungan di Kabupaten Sidoarjo.

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan penghargaan pengelolaan sampah dan Kabupaten Asri. Tentunya ini sebagai hasil kerja bersama,” ujar Subandi.

Menurut Subandi, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan sinergi mulai dari pemerintah daerah, kecamatan hingga pemerintahan desa.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menangani persoalan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

“Mulai dari Pemda, kecamatan sampai desa bersama-sama bagaimana menangani sampah yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan penghargaan,” katanya.

Subandi juga mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam pengelolaan sampah dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Pemilahan tersebut dilakukan berdasarkan jenisnya, yakni sampah organik, anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun atau B3.

Sampah organik seperti sisa makanan, daun, sayuran, buah dan ranting pohon dapat diolah. Sementara sampah anorganik seperti plastik, botol dan kaleng dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Sedangkan sampah B3, seperti baterai, lampu bekas dan obat kedaluwarsa, membutuhkan penanganan secara khusus.

Pemilahan sampah dari rumah tersebut dinilai penting untuk mendukung pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

“Kalau masyarakat sudah memilah sampah dari rumah, pengelolaannya akan lebih mudah. Sampah organik dapat langsung diolah, sampah anorganik dapat didaur ulang, sedangkan sampah residu baru dibawa ke tempat pembuangan akhir,” jelas Subandi.

Bupati Subandi menegaskan penghargaan tersebut bukan semata-mata menjadi capaian pemerintah daerah.

Menurutnya, penghargaan itu juga merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Sidoarjo.

Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi jajaran Pemkab Sidoarjo bersama masyarakat untuk terus memperkuat pengelolaan sampah, menjaga lingkungan, serta mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang bersih, sehat dan asri.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *