Republiknews.com,Sidoarjo – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kediaman keluarga almarhum Andi Wiyono di Perum Sarinadi, Jalan Renang Blok K/12, saat digelarnya tahlil dan doa bersama dalam rangka memperingati satu tahun wafatnya almarhum.
Kegiatan yang berlangsung pada malam hari tersebut dihadiri keluarga besar, kerabat, tetangga, sahabat, serta para tokoh masyarakat.
Mereka bersama-sama membacakan Surah Yasin, tahlil, dan doa sebagai bentuk penghormatan serta ikhtiar memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Peringatan satu tahun wafatnya almarhum menjadi momen penting bagi keluarga untuk mengenang jasa, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan Andi Wiyono semasa hidupnya.
Putra almarhum, Muhammad Aria Sahdu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu yang telah hadir untuk memberikan doa kepada ayahnya.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga, sahabat, tetangga, dan para tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam acara tahlil satu tahun wafatnya ayah kami.
Semoga segala doa yang dipanjatkan menjadi wasilah bagi almarhum untuk memperoleh rahmat, ampunan, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Ia mengatakan, peringatan haul satu tahun bukan hanya sebagai tradisi keluarga, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga dan masyarakat yang selama ini memiliki hubungan baik dengan almarhum.
Menurutnya, semasa hidup, Andi Wiyono dikenal sebagai pribadi yang ramah, sederhana, dan mudah bergaul dengan lingkungan sekitar. Karena itu, kehadiran para tamu undangan menjadi bukti bahwa almarhum meninggalkan kesan baik di tengah masyarakat.
Acara berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Setelah pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama, keluarga mempersilakan seluruh tamu menikmati hidangan yang telah disiapkan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas kehadiran mereka.
Momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh yang hadir bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Doa yang terus dipanjatkan kepada orang tua dan keluarga yang telah berpulang diharapkan menjadi amal yang terus mengalir serta mempererat hubungan kekeluargaan dan kepedulian antarsesama.
(AHF)



















