Ruang Iklan
Sidoarjo

Mantan Pegawai Depag Dirikan Batik Kreasi Nila, Berdayakan Penyandang Disabilitas Melalui Karya Batik

×

Mantan Pegawai Depag Dirikan Batik Kreasi Nila, Berdayakan Penyandang Disabilitas Melalui Karya Batik

Sebarkan artikel ini
Foto : Gerai batik nila ,dengan Bu Dyah Retno Nilawati pemilik beserta Penyandang disabilitas
Foto : Gerai batik nila ,dengan Bu Dyah Retno Nilawati pemilik beserta Penyandang disabilitas

Republiknews.com,Sidoarjo – Berawal dari kecintaan terhadap seni batik dan keinginan memberikan manfaat bagi masyarakat, Dyah Retno Nilawati, mantan pegawai Departemen Agama (Depag) Kabupaten Pasuruan, mendirikan Batik Kreasi Nila pada tahun 2016.

Sejak berdiri, usaha yang juga menaungi Butik Batik Kreasi Nila ini tidak hanya fokus memproduksi batik berkualitas, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan bagi penyandang disabilitas agar memiliki keterampilan dan mampu hidup mandiri.

Melalui tangan dingin Dyah Retno Nilawati, Batik Kreasi Nila berkembang menjadi salah satu UMKM kreatif yang memadukan pelestarian budaya batik dengan misi sosial. Berlokasi di kawasan Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, usaha tersebut terus menghasilkan berbagai produk batik, mulai dari kain batik, busana, hingga aneka produk fesyen yang memiliki ciri khas tersendiri.

Berangkat dari Pengabdian Menjadi Pengusaha Kreatif
Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai pegawai Departemen Agama Kabupaten Pasuruan, Dyah memilih untuk menekuni dunia usaha kreatif. Pengalaman selama bertahun-tahun sebagai aparatur sipil negara tidak membuatnya berhenti mengabdi kepada masyarakat.

Pada tahun 2016, ia mendirikan Batik Kreasi Nila dengan harapan dapat melestarikan warisan budaya Indonesia sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

“Usaha ini bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi bagaimana batik bisa menjadi sarana berbagi manfaat dan memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk berkarya,” ungkap Dyah.
Gandeng Penyandang Disabilitas SLB Juwet Kenongo.

Komitmen sosial menjadi nilai utama yang dipegang Batik Kreasi Nila. Dyah secara aktif menggandeng para penyandang disabilitas dari SLB Juwet Kenongo untuk ikut belajar dan bekerja dalam proses produksi batik.
Para penyandang disabilitas diberikan pelatihan membatik, pewarnaan, hingga pembuatan berbagai produk kerajinan.

Mereka tidak hanya diajarkan teknik produksi, tetapi juga dibimbing agar memiliki rasa percaya diri, disiplin kerja, dan kemampuan berwirausaha.
Menurut Dyah, setiap orang memiliki potensi yang sama untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat.

“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Mereka memiliki semangat luar biasa dan mampu menghasilkan karya batik yang berkualitas,” ujarnya.

Butik Batik Kreasi Nila Terus Berkembang
Selain memproduksi kain batik, Batik Kreasi Nila juga memiliki Butik Batik Kreasi Nila yang menyediakan berbagai produk fesyen, seperti kemeja, blus, dress, gamis, hingga pakaian formal berbahan batik.
Produk-produk tersebut mengusung motif khas yang dipadukan dengan desain modern sehingga mampu diterima oleh berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa.

Tidak hanya melayani pembelian secara langsung, Batik Kreasi Nila juga terus memperluas pemasaran melalui berbagai pameran UMKM dan media digital guna menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

Melestarikan Budaya dan Membangun Kemandirian
Bagi Dyah, batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi merupakan identitas budaya bangsa yang harus dijaga keberlangsungannya.
Karena itu, Batik Kreasi Nila juga rutin mengadakan pelatihan membatik bagi pelajar, komunitas, instansi, maupun masyarakat umum sebagai bentuk edukasi sekaligus pelestarian budaya.

Di sisi lain, pemberdayaan penyandang disabilitas menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha tersebut. Melalui keterampilan membatik, mereka diharapkan mampu memperoleh penghasilan sendiri dan lebih mandiri di tengah masyarakat.

Menjadi Inspirasi UMKM Inklusif

Selama hampir satu dekade berdiri, Batik Kreasi Nila telah membuktikan bahwa usaha kecil mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Keberhasilan Dyah Retno Nilawati membangun usaha berbasis budaya sekaligus memberdayakan penyandang disabilitas menjadi contoh bahwa dunia usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

Dengan semangat melestarikan budaya batik dan membuka ruang berkarya bagi penyandang disabilitas, Batik Kreasi Nila terus melangkah menjadi UMKM inklusif yang menginspirasi.

Harapannya, semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang ikut mendukung produk lokal sekaligus membuka kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkarya dan mandiri.

(AHF)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *