1 Mei 2026
Kota Bitung

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

×

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Sebarkan artikel ini
Ruri Hariri Roesman
Seluruh jajaran Kantor Imigrasi Bitung saat mengikuti arahan Dirjen Imigrasi terkait penguatan integritas, peningkatan pelayanan publik dan perubahan budaya kerja di lingkungan imigrasi

Bitung, Republiknews.com. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengimbau seluruh jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi untuk melaksanakan langkah-langkah konkret guna meningkatkan integritas pelayanan publik.

Imbauan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada seluruh petugas Imigrasi di Indonesia serta Atase Imigrasi di Perwakilan RI yang berlangsung secara hybrid di Aula Ditjen Imigrasi, Selasa (9/6/2026).

“Kita serahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum (APH).

Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi, dan program-program yang sudah dicanangkan.

Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal,” ujar Hendarsam.

Ia mengakui bahwa situasi yang dihadapi saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi organisasi.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut harus dijadikan sebagai ruang refleksi untuk menghapus praktik dan budaya kerja lama yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman.

“Zaman sudah berubah, dan tuntutan masyarakat saat ini telah berubah. Tidak ada hak istimewa (privilege) bagi siapa pun untuk melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Hendarsam menjelaskan bahwa sebagai institusi pelayanan publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat,

Imigrasi sangat rentan terhadap komplain maupun kritik. Karena itu, diperlukan penguatan mental aparatur agar mampu merespons setiap keluhan secara cepat dan transparan.

Menurutnya, Ditjen Imigrasi memiliki sumber daya manusia yang unggul. Namun, kemampuan tersebut harus dibarengi dengan integritas yang kuat agar organisasi dapat terus menjalankan tugasnya secara profesional.

Ia juga menggarisbawahi bahwa orientasi utama Imigrasi saat ini adalah memperpendek jarak dengan masyarakat.

Berbagai persepsi negatif maupun kecemburuan sosial harus dijawab melalui perubahan sikap serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Gagasan ‘Imigrasi untuk Rakyat’ lahir karena kita harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat.

Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik, dan memastikan bahwa setiap kerja Imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkas Hendarsam.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *