1 Mei 2026
Ekonomi & BisnisMusi RawasSumatera Selatan

Pertanian Organik Angkat Kesejahteraan Warga Giriyoso

×

Pertanian Organik Angkat Kesejahteraan Warga Giriyoso

Sebarkan artikel ini

Musi rawas – Desa Giriyoso,Berlokasi di ujung Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, Desa Giriyoso kini menjadi contoh nyata keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).

Dengan luas wilayah 1.890,10 hektare yang terbagi dalam enam dusun, desa ini telah mengubah potensi pertanian lokal menjadi sumber ekonomi kreatif yang berkelanjutan, berkat pendampingan intensif dari PT Medco.

Sejak tahun 2015, semangat bertani organik mulai dirintis di desa ini. KWT Mekar Sari di Dusun II Sidomulyo menjadi pelopor dengan 30 anggota awal.

Momentum besar terjadi pada 2018 ketika PT Medco menjalin kerja sama melalui program “Sayuran Organik dan Pertanian Ramah Lingkungan”.

Sejumlah fasilitator atau yang disebut “Aligator” dari PT Medco, seperti Ibu Eni, Pak Yoyo, Pak Yani, Pak Hardi, Pak Domo, dan Pak Yanto, turun langsung memberikan sosialisasi dan pendampingan teknis.

Mereka mengajarkan pengolahan tanah, pembuatan kompos dari sampah dapur dan daun-daunan, hingga teknik penanaman yang benar.

Bantuan bibit sayuran, pupuk, hingga sarana warung pun diberikan untuk mendukung program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di setiap rumah warga.

Hasilnya, warga dapat menekan pengeluaran harian karena mampu memproduksi sendiri sayur-mayur, bumbu dapur, rempah, dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

“Pada 2019, kami juga belajar memanfaatkan tanaman sekitar untuk obat herbal. Kami diajari membuat serbuk Japleng, kunyit asam, daun kelor, hingga minyak VCO,” ujar salah satu anggota KWT Mekar Sari kepada Sriwijaya Post, Senin (8/6/2026).

Inovasi terus berkembang. KWT Mekar Jaya di Dusun I Sukorejo fokus pada pengolahan serbuk minuman segar “Japleng” yang kini menjadi usaha unggulan mereka.

Mereka mendapat bantuan sarana produksi, rumah pembibitan, hingga rumah maggot. Sementara itu, KWT Mekar Sari mengembangkan budidaya jamur tiram yang diolah menjadi keripik singkong, crispy jamur, stik jamur, dan serbuk kelor. Untuk menunjang produksi, PT Medco juga menyediakan peralatan seperti mesin pemotong keripik.

Meski demikian, tantangan pemasaran masih menjadi kendala utama. Namun, hal ini sedikit teratasi berkat dukungan PT Medco yang membuka saluran pemasaran di kantin perusahaan mereka setiap dua minggu sekali.

“Program ini sangat membantu menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kami, terutama dalam pengolahan produk bernilai jual tinggi seperti Japleng,” tambah narasumber.

Kini, empat KWT di Desa Giriyoso—yaitu KWT Mekar Jaya (Dusun I), KWT Mekar Sari (Dusun II), KWT Sumber Sari (Dusun III), dan KWT Subur Makmur (Dusun IV)—terus berinovasi.

Kolaborasi antara masyarakat desa dan sektor swasta ini membuktikan bahwa pertanian ramah lingkungan tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga secara nyata. (Hanapiyah)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *