Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Bahas Revitalisasi Pasar Tradisional Bersama Pengelola Pasar

×

Bupati Sidoarjo Bahas Revitalisasi Pasar Tradisional Bersama Pengelola Pasar

Sebarkan artikel ini

Republiknewscom.com, Sidoarjo.
Subandi menggelar audiensi bersama koordinator dan pengelola pasar tradisional di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan pasar tradisional, mulai dari pengelolaan retribusi hingga banyaknya kios yang tidak lagi beroperasi akibat persaingan dengan pasar modern.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Subandi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Happy Setyaningtyas Astrawati. Berdasarkan data retribusi pasar selama lima tahun terakhir, target retribusi tahun 2024 tercapai, namun target tahun 2025 masih belum memenuhi capaian yang diharapkan.

 

Subandi menegaskan perlunya revitalisasi pasar tradisional agar mampu bersaing di tengah menjamurnya pasar modern. Ia meminta dilakukan pemetaan kondisi pasar untuk meningkatkan pendapatan retribusi sekaligus memperbaiki fasilitas yang ada.

“Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional saat ini,” ujar Subandi.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga mendorong penerapan sistem retribusi non-tunai yang nantinya dikawal oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah daerah juga akan menyiapkan dashboard pendataan pasar tradisional beserta jumlah kios dan lapak pedagang yang dapat diakses seluruh OPD.

 

Subandi juga meminta kepala pasar terus berinovasi untuk menciptakan suasana pasar yang nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Salah satu inovasi yang didorong adalah penyediaan jaringan WiFi gratis agar aktivitas jual beli dapat dilakukan secara online.
Sementara itu, para pengelola pasar menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, seperti kios kosong yang rusak, paving pasar yang mulai rusak, hingga saluran air yang tersumbat. Untuk penanganan sejumlah pasar seperti Pasar Taman, Sukodono, dan Wonoayu, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar untuk pembangunan paving, los basah, dan perbaikan pagar pasar.

 

Di Pasar Sukodono, paving area depan pasar juga akan ditinggikan guna mengantisipasi banjir saat musim hujan. Sementara Pasar Wonoayu bersama APLI dijadwalkan menggelar Gebyar Pasar Wonoayu pada 13-14 Mei mendatang untuk menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di pasar tradisional.

 

Berbagai persoalan lain juga disampaikan, mulai dari kondisi Pasar Krian pasca kebakaran, saluran air di Pasar Porong, hingga rendahnya okupansi kios konveksi di lantai dua Pasar Wadungasri yang hanya mencapai 10 persen akibat maraknya penjualan online dan toko modern.

Menanggapi hal tersebut, Subandi memastikan Pemkab Sidoarjo akan segera melakukan pemetaan dan kajian terkait perbaikan sarana dan prasarana pasar yang dinilai sudah tidak memadai. Ia juga berkomitmen turun langsung meninjau kondisi pasar tradisional di lapangan.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *