MAGETAN– Setelah ditetapkannya ketua DPRD Magetan, Suratno menjadi salah satu tersangka penyelewengan dana Pokir ( Pokok-Pokok Pikiran), menjadikan kedudukan ketua DPRD mengalami kekosongan.
Menjelang penunjukan pengganti Suratno, beberapa anggota dari fraksi PKB mulai muncul yang dinilai pantas menjadi penggantinya, salah satunya Hj. Riyin Nur Asiah yang dinilai memiliki kekuatan berdasarkan budaya dan kedekatan dengan masyarakat maupun komunitas lokal yang menjadi basis dukungan sosial, politik, maupun ekonomi.
Sosoknya dianggap mampu menjembatani kepentingan politik dengan aspirasi masyarakat, terutama dari kalangan keagamaan.
Hj. Riyin juga memiliki kedekatan dengan para Alim Ulama dan muslimat, apalagi partai PKB dikenal berbasis Nahdatul Ulama (NU), sehingga sangat dibutuhkan agar bisa mengakomodir seluruh elemen.
Hj. Riyin Nur Asiah dikenal aktif turun ke bawah, salah satunya berkolaborasi dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Siti Mukiyarti, untuk memperjuangkan infrastruktur pertanian desa, termasuk bantuan alat mesin pertanian (alsintan).
Banyak harapan dari sejumlah anggota fraksi menyatakan agar pimpinan yang terpilih tidak hanya mementingkan kepentingan partai pemenang.
Ketua DPRD yang terpilih diharapkan bisa menjadi sosok yang mengayomi seluruh anggota DPRD, baik dari fraksi maupun partai lainnya.
Tak hanya merangkul semua anggota DPRD, ketua diharapkan bisa membangun kemitraan yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah (Eksekutif) untuk pembangunan yang harmonis, dan memastikan APBD digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok.(Va)




















