Republiknews.com,SIDOARJO – Olahraga bela diri asli Indonesia, Tarung Derajat, terus mengepakkan sayapnya di wilayah Jawa Timur. Pada Minggu, 26 April 2026, Pengurus Cabang (Pengcab) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Sidoarjo menggelar latihan bersama sekaligus meresmikan Satuan Latihan (Satlat) baru yang bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Sugihwaras, Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Acara ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga bela diri praktis tersebut di Kota Delta. Latihan perdana ini dihadiri oleh perwakilan atlet dari berbagai Satlat se-Kabupaten Sidoarjo, serta antusiasme tinggi dari puluhan murid baru yang mulai bergabung.
Hadir langsung dalam agenda tersebut, Pelatih Utama Jawa Timur, Guru Deni Buldani yang akrab disapa Guru Denbul. Dalam arahannya, Guru Denbul menekankan bahwa kunjungannya kali ini bukan sekadar mengecek teknis, melainkan memperkuat fondasi ideologi atlet.
“Hari ini adalah jadwal kunjungan ke Pengcab-Pengcab di Jawa Timur, dan bertepatan dengan peresmian tempat Satlat baru di Sidoarjo. Materi yang diberikan adalah pengenalan kemampuan atlet berprestasi untuk memotivasi murid baru. Namun yang terpenting, saya mengingatkan adik-adik untuk selalu menaati peraturan Tarung Derajat, menjaga etika kesantunan, dan memahami sejarah kita,” ujar Guru Denbul.

Di sisi lain, Pelatih Pengcab Sidoarjo, Guru Maki, menegaskan bahwa latihan intensif ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi rangkaian kejuaraan besar.
“Kami tengah menempa atlet dengan metode training center intensif untuk menghadapi Kejuaraan Dinas Pendidikan di Jombang pada Mei mendatang, serta Piala Gubernur di Surabaya pada bulan Juni. Target kami adalah mempertahankan prestasi dan tetap menjadi yang terbaik di Jawa Timur,” tegas Guru Maki.
Semangat ekspansi juga disuarakan oleh Ketua Umum Pengcab Sidoarjo, Kang Farhan. Ia menilai pembukaan Satlat Sugihwaras ini sangat strategis untuk menjaring bibit unggul. “Pelatihan hari ini sangat luar biasa. Ini bukan sekadar kardio biasa, tapi pelatihan fisik total dan pengolahan pernapasan yang menjadi ciri khas Tarung Derajat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Harian yang baru terpilih, Kang Azhar, membeberkan visi barunya untuk masa depan Kodrat Sidoarjo. Ia berkomitmen untuk menggagas pembukaan Satlat di setiap kecamatan di Sidoarjo.
“Salah satunya di Satlat Dipora, kami akan melakukan open recruitment dengan fokus utama pada Gen Z. Kami berusaha meningkatkan kualitas pelatihan agar Tarung Derajat semakin relevan dan diminati anak muda,” jelas Kang Azhar.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini ditutup dengan sesi foto bersama antara pengurus, pelatih, atlet, serta para murid baru sebagai simbol soliditas keluarga besar Tarung Derajat Sidoarjo.
Tarung Derajat adalah seni bela diri asli Indonesia yang diciptakan oleh H. Achmad Dradjat yang akrab dipanggil Sang Guru Tarung Derajat. Bela diri ini bersifat praktis dan efektif, dengan filosofi “Aku Ramah Bukan Berarti Takut, Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk”. Berbeda dengan bela diri tradisional lainnya, Tarung Derajat menekankan pada lima unsur daya gerak: Kekuatan, Kecepatan, Ketepatan, Keberanian, dan Keuletan.
Lahir di Bandung pada era 1960-an, Tarung Derajat berawal dari pengalaman hidup Sang Guru yang sering terlibat pertarungan jalanan untuk bertahan hidup. Pada 18 Juli 1972, Tarung Derajat secara resmi dideklarasikan. Berkat efektivitas gerakannya, bela diri ini tidak hanya populer di kalangan masyarakat umum, tetapi juga diadopsi sebagai bela diri wajib bagi anggota TNI dan Polri, serta telah resmi dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional.
(AHF/YAN)



















