Minut, Kolaborasi strategis lintas negara kembali ditunjukkan melalui pengembangan program Edu-Tourism 2026 yang menghubungkan dunia pendidikan, pemerintah daerah, diaspora, dan jejaring internasional. Program ini melibatkan Universitas Klabat (UNKLAB) bersama Manly Manado Society Inc. Sydney serta Australia Indonesia Youth Association (AIYA) Chapter New South Wales, dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Tomohon.
Tokoh diaspora Sulawesi Utara di Australia, Keynes Boy Lengkong, dari Manly Manado Society Inc. Sydney, bersama Australia Indonesia Youth Association yang diwakili oleh Alexandra Lyons, mendorong program ini sebagai jembatan pembelajaran lintas budaya, kepemimpinan muda, dan jejaring global Indonesia–Australia.
Di tingkat daerah, Caroll Joram Azarias Senduk S.H , Wali Kota Tomohon, menegaskan bahwa edu-tourism bukan sekadar kunjungan wisata edukatif, tetapi instrumen diplomasi daerah, penguatan UMKM, serta promosi potensi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis keberlanjutan. Komitmen tersebut diperkuat oleh Kepala Dinas Pariwisata Tomohon Judhistira Siwu S.E., M.Si , yang memfasilitasi rangkaian agenda pembelajaran lapangan.
Dari sisi akademik Dr Elvis Sumanti MFM, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNKLAB, menekankan bahwa program ini dirancang sebagai experiential learning ecosystem menggabungkan riset mini, interaksi dengan pemerintah, eksplorasi UMKM, hingga pembelajaran keberlanjutan lingkungan. Mahasiswa internasional tidak hanya belajar tentang Sulawesi Utara, tetapi juga berkontribusi melalui dialog kebijakan, kewirausahaan, dan jejaring masa depan.
Rangkaian kegiatan mencakup audiensi resmi dengan Pemerintah Kota Tomohon, eksplorasi industri gula aren berbasis energi panas bumi, studi ekosistem Danau Linow, interaksi dengan pengrajin rumah panggung Woloan, hingga sesi coffee talk bersama komunitas muda dan pelaku UMKM. Seluruh agenda dirancang untuk memberi nilai tambah nyata bagi pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha .
Program Edu-Tourism 2026 ini menjadi contoh konkret bagaimana kampus, diaspora, pemerintah, dan jejaring internasional dapat bersinergi membangun talenta global, ekonomi lokal, dan citra Indonesia melalui pendidikan yang berdampak.




















