Example floating
Example floating
1 Mei 2026
InternasionalPendidikan

Reggy Sarmita Angkat Isu Overtourism di Forum Internasional Taiwan: Inovasi Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Daya Dukung dan Kepuasan Wisatawan

×

Reggy Sarmita Angkat Isu Overtourism di Forum Internasional Taiwan: Inovasi Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Daya Dukung dan Kepuasan Wisatawan

Sebarkan artikel ini

Tainan, Taiwan 5 November 2025.
Nama Reggy Nelson Sarmita kembali mencuat dalam forum akademik internasional bergengsi, The 21st International Conference on Knowledge Based Economy and Global Management, yang berlangsung di Southern Taiwan University of Science and Technology (STUST), Tainan, Taiwan.

Sebagai mahasiswa doktoral program STUST, Reggy tampil percaya diri mempresentasikan riset bertajuk:
“Tourism Innovation Path: Reviewing Physical Carrying Capacity and Satisfactory Level Towards Overtourism Issues.”

Penelitian ini dikembangkan bersama Prof. Clark Hu (STUST, Taiwan) dan dipresentasikan di hadapan akademisi internasional dengan Dr. Yi Shuo Hung (Associate Professor STUST) dan Dr. Elvis Sumanti, MFM (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat, Indonesia) sebagai session chairs.

Profil Singkat Reggy Sarmita
Reggy dikenal sebagai akademisi muda Indonesia dengan kepedulian tinggi terhadap isu pariwisata berkelanjutan.

Fokus risetnya meliputi inovasi pariwisata, manajemen destinasi, dan kebijakan keberlanjutan.

Sebelum menempuh studi doktoral di Taiwan, Reggy aktif sebagai peneliti dan pengajar di bidang tourism and business management di Indonesia.

Gagasan Penelitian dan Nilai Kebaruan (Novelty)
Dalam paparannya, Reggy menawarkan model konseptual “Tourism Innovation Path”, sebuah pendekatan inovatif yang memadukan daya dukung fisik (physical carrying capacity) dengan tingkat kepuasan wisatawan (visitor satisfaction) sebagai indikator pengendalian overtourism.

Berbeda dari studi konvensional yang hanya fokus pada jumlah kunjungan, model ini menekankan inovasi teknologi, perancangan ruang, dan tata kelola destinasi cerdas untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kenyamanan pengunjung.

“Pariwisata masa depan harus memadukan data, desain, dan kesadaran ekologis. Ketika kita memahami batas dan kepuasan wisatawan secara bersamaan, maka inovasi dapat berjalan tanpa merusak alam,” ujar Reggy dalam presentasinya.

Rekomendasi bagi Pengambil Keputusan dan Dunia Usaha
1. Pemerintah perlu membangun kebijakan pariwisata berbasis riset dan data melalui dynamic carrying capacity model.
2. Pelaku usaha disarankan mengadopsi teknologi inovatif seperti smart ticketing, visitor flow management, dan platform monitoring lingkungan.
3. Akademisi dan lembaga pendidikan didorong memperluas kolaborasi riset lintas negara untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta ilmu pariwisata global.

Makna Pendidikan Kenegaraan
Kehadiran Reggy di forum internasional ini menunjukkan peran aktif generasi akademik Indonesia dalam diplomasi ilmu pengetahuan.

Melalui kontribusinya, ia menegaskan bahwa inovasi pariwisata berkelanjutan bukan hanya urusan ekonomi, melainkan tanggung jawab kebangsaan menjaga warisan alam, memperkuat daya saing nasional, dan menghadirkan wajah Indonesia yang cerdas serta beretika di panggung dunia.

Reggy Sarmita adalah contoh nyata mahasiswa Indonesia yang Uplift ideas, Build global collaboration, and Serve sustainability.

Langkahnya di Taiwan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani berpikir global, bertindak ilmiah, dan tetap berpijak pada nilai kebangsaan. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *