Republiknews.Com, Wonogiri – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum penting untuk merefleksikan makna dan tujuan ajaran Nabi Muhammad Saw.
Peringatan ini menjadi pengingat bagi umat Muslim di Desa Ngrompak dan Muslim seluruh dunia pada umumnya untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, dan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini seperti yang disampaikan pengisi tausiah, Ustad Jaiz Paweling dalam ceramahnya,
“Maulid Nabi adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kembali bagaimana kita dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam kehidupan kita,” ujar Ustad Jaiz.

Ustad Jaiz Paweling juga menambahkan pentingnya umat muslim untuk melaksanakan kewajiban yang sudah diperintahkan oleh Allah sesuai dengan Al- qur’an dan sunah Nabi sesuai tahapan demi tahapan untuk mencapai keridhoan Allah SWT.
Sepaham dengan Ustad Jaiz paweling, Kepala Desa Ngrompak Samidin dalam kesempatan lain juga menuturkan,
” Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw bukan hanya seremonial, namun mengimplementasikan akhlaq mulia Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan serta menjaga silaturahmi sebagai pondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera” papar Samidin.
Tak hanya itu, Samidin juga mengingatkan, pengabdian kepada Sang Pencipta didasari dengan pengabdian kita kepada kedua orang dan menjaga akhlak atau Budi pekerti yang luhur yang di implementasi dalam kehidupan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw ke- 1447 Hijriah Desa Ngrompak , Kecamatan Jatisrono Kab, Wonogiri ini, dihadiri oleh ratusan Jamaah masjid Daarul Falah dan diiringi grup rebana Assofa Al- Jami. Pada Minggu 21/9/2025.
Tujuan utama dari peringatan Maulid Nabi adalah untuk meningkatkan kesadaran umat Muslim akan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Dalam era globalisasi dan modernisasi ini, tantangan yang dihadapi umat Muslim semakin kompleks.
Oleh karena itu, meneladani akhlak Nabi menjadi sangat relevan sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. ( Suryo)




















