10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Jumlah Inovasi Sidoarjo Melonjak Jadi 382, Bupati Subandi: Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

×

Jumlah Inovasi Sidoarjo Melonjak Jadi 382, Bupati Subandi: Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati Sidoarjo,H.Subandi menghadiri acara Apresiasi kontributor inovasi Sidoarjo tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa.
Foto : Bupati Sidoarjo,H.Subandi menghadiri acara Apresiasi kontributor inovasi Sidoarjo tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa.

SIDOARJO, republiknews.com.— Jumlah inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan signifikan, dari 262 inovasi pada tahun 2025 menjadi 382 inovasi di tahun 2026. Meski demikian, Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn menegaskan bahwa inovasi tidak sekadar mengejar angka, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikannya saat membacakan sambutan dalam acara Apresiasi Kontributor Inovasi Sidoarjo Tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/10/2026).

Inovasi Harus Jawab Persoalan Warga

“Kalau pola kerja kita masih sama, kita harus berubah dengan inovasi. Tetapi, inovasi itu harus berkelanjutan. Kita harus bekerja dengan hasil yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujar Subandi.

Bupati mengingatkan bahwa tantangan pembangunan Sidoarjo semakin kompleks. Di antaranya tingkat pengangguran terbuka 6,49 persen, angka kemiskinan 4,40 persen, prevalensi stunting yang naik dari 8,4 persen menjadi 10,6 persen, serta indeks lingkungan hidup 62,37.

“Inovasi ini harus menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya. Masih ada tujuh perangkat daerah yang belum melaporkan inovasinya dan diminta segera melakukan evaluasi.

ODL Dihentikan Sementara

Subandi juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghentikan sementara kegiatan Outdoor Learning (ODL) pada 2026. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan yang menunjukkan pelaksanaan ODL berpotensi menimbulkan persoalan bagi sekolah maupun orang tua wali murid.

“Saya minta Dinas Pendidikan memberikan arahan yang jelas kepada sekolah. Jangan sampai kegiatan yang seharusnya memberikan manfaat justru menimbulkan persoalan,” kata dia.

Stunting Jadi Prioritas Bersama

Masalah stunting juga menjadi sorotan utama. Subandi meminta semua pihak bergerak bersama — mulai dari Dinas Kesehatan, instansi terkait keluarga berencana, kecamatan, hingga pemerintah desa melalui penganggaran APBDes.

“Masalah stunting ini, tolong semuanya ikut gerak bersama-sama. Pak Sekda juga tolong lakukan pemetaan berbasis data. Saya yakin jika semua ikut bergerak bersama pasti stunting akan turun,” tegas Subandi.

Program “Tali Asih”, Inovasi Kecamatan Krian yang Menginspirasi

Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi adalah program Tali Asih dari Kecamatan Krian yang digagas Camat Krian, Kusdianto. Program ini menggalang donasi sukarela dari ASN dan perangkat kecamatan untuk menyediakan alat bantu bagi lansia dan penyandang disabilitas.

“Dalam satu bulan, minimal kami bisa memberikan satu alat bantu, bahkan terkadang dua. Donasi ini murni sukarela dari rekan-rekan yang ingin membantu warga,” jelas Kusdianto. Bantuan ini diharapkan melengkapi program pemerintah dan mempercepat pemenuhan kebutuhan warga.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *