10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo Serahkan Bantuan Sembako kepada 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

×

Pemkab Sidoarjo Serahkan Bantuan Sembako kepada 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

Sebarkan artikel ini
Foto : Pemkab serahkan bantuan sembako kepada 300 janda perintis kemerdekaan dan Warakawuri.
Foto : Pemkab serahkan bantuan sembako kepada 300 janda perintis kemerdekaan dan Warakawuri.

SIDOARJO, republiknews.com .– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menunjukkan perhatian dan penghormatan kepada keluarga para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 300 janda perintis kemerdekaan dan warakawuri menerima bantuan sosial berupa sembako dari Pemkab Sidoarjo.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana dalam kegiatan Tasyakuran HUT ke-66 Badan Pembudayaan Kejuangan 45 yang berlangsung di Gedung Juang 45, Jalan A. Yani, Sidoarjo, Selasa, 8 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali jasa para pejuang kemerdekaan sekaligus memberikan penghargaan kepada keluarga yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan perjuangan bangsa.

Bukan Sekadar Nilai Bantuan
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menegaskan, bantuan sosial yang diberikan jangan hanya dilihat dari nilai atau jumlah bantuan yang diterima.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus penghormatan Pemkab Sidoarjo kepada para pejuang dan keluarganya yang telah memberikan jasa bagi bangsa dan negara, khususnya bagi Kabupaten Sidoarjo.

“Jangan dilihat hanya dari nilai bantuannya, tapi ini adalah wujud perhatian dan penghormatan kami kepada para pejuang dan keluarganya yang sudah memberikan jasa untuk bangsa dan negara, terutama untuk Kabupaten Sidoarjo,” ujar Hj. Mimik Idayana.

Ia menilai perjuangan para pahlawan tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga. Di balik perjuangan seorang pahlawan, terdapat sosok istri yang setia memberikan doa, mendampingi, serta menguatkan suami dalam menjalankan perjuangan demi bangsa dan negara.

Menghargai Peran Para Istri Pejuang
Hj. Mimik Idayana juga memberikan perhatian khusus terhadap peran para istri pejuang.

Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa tidak hanya berbicara mengenai sosok pahlawan yang berada di garis depan, tetapi juga keluarga yang memberikan dukungan di belakang perjuangan tersebut.

“Kadang kita memang sering bicara tentang perjuangan para pahlawan, tapi kita lupa di balik perjuangan itu ada emak-emak setia yang selalu setia mendoakan, mendampingi, dan menguatkan suami mereka yang selalu berjuang demi negara,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penghormatan terhadap pahlawan juga perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan maupun yang hingga kini masih meneruskan kehidupan dengan membawa nilai-nilai perjuangan.

Dorong Pelestarian Nilai Kejuangan
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Badan Pembudayaan Kejuangan 45.

Ia berharap Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Sidoarjo dapat terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial, tetapi juga dalam upaya melestarikan nilai-nilai kejuangan dan semangat kebangsaan.

Menurut Hj. Mimik, usia 66 tahun merupakan perjalanan yang panjang. Karena itu, semangat perjuangan, gotong royong, dan pengabdian yang telah diwariskan para pejuang diharapkan dapat terus diteruskan kepada generasi muda.

“Usia 66 tahun ini tentu bukan waktu yang sebentar. Semoga semangat pejuang, semangat gotong royong, dan semangat mengabdi dapat diwariskan ke generasi muda,” ungkapnya.
Semangat Perjuangan Jangan Sampai Hilang

Pemberian bantuan sosial kepada 300 janda perintis kemerdekaan dan warakawuri tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara pemerintah daerah dengan keluarga pejuang.

Lebih dari sekadar bantuan sembako, kegiatan ini menjadi simbol penghargaan terhadap pengorbanan para pejuang serta keluarga mereka. Nilai-nilai perjuangan, gotong royong, kepedulian dan pengabdian diharapkan tetap hidup di tengah masyarakat dan menjadi teladan bagi generasi penerus.

Pemkab Sidoarjo juga mendorong agar semangat kebangsaan dan nilai kejuangan tidak berhenti sebagai bagian dari sejarah, melainkan terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Dengan demikian, penghormatan kepada para pejuang bukan hanya melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui kepedulian nyata kepada keluarga mereka serta upaya mewariskan semangat perjuangan kepada generasi muda.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *