10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Surabaya

JCC 2026, Dorong Penguatan Talenta Muda di Bidang Keamanan Siber

×

JCC 2026, Dorong Penguatan Talenta Muda di Bidang Keamanan Siber

Sebarkan artikel ini

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur menggelar babak penyisihan Jatim Cyber Security Competition (JCC) 2026 secara daring, sebagai upaya memperkuat literasi, kesadaran, dan kompetensi keamanan siber sekaligus menyiapkan talenta digital muda di kalangan pelajar SMA, SMK, dan sederajat se-Jawa Timur. Surabaya, Selasa (8/9/2026).

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Jatim, Achmad Fadlil Chusni mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita dalam sambutannya mengatakan, jika JCC merupakan bagian dari gerakan edukasi sekaligus pengembangan generasi muda di bidang keamanan informasi dan cyber security. Kompetisi tersebut juga menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan serta menunjukkan keterampilan dalam memecahkan berbagai persoalan keamanan siber.

Ia menilai, antusiasme pelajar dan satuan pendidikan terhadap JCC 2026 menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap bidang keamanan siber. Tahun ini, kompetisi diikuti 403 tim dari 159 sekolah yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Pacitan hingga Banyuwangi.

“Mulai dari Pacitan sampai dengan Banyuwangi, semuanya berkontribusi. Saya mengapresiasi antusiasme peserta dan sekolah yang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap keamanan siber di kalangan pelajar Jawa Timur semakin meningkat,” ujar Achmad.

Ia menjelaskan, peserta JCC 2026 berasal dari 83 SMA negeri, 15 SMA swasta, 66 SMK negeri, 25 SMK swasta, 7 Madrasah Aliyah negeri, dan 3 Madrasah Aliyah swasta. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 158 tim dari 46 sekolah.

Dalam pelaksanaannya, JCC 2026 menggunakan format Capture The Flag (CTF) dengan sedikitnya 15 soal yang terbagi dalam lima kategori, yakni Binary Exploitation , Web, Forensics , Reverse Engineering, dan Cryptography.

Fadlil berharap JCC tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi pembinaan talenta keamanan siber secara berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan yang diperoleh peserta perlu diarahkan untuk memberikan kontribusi positif bagi penguatan ketahanan siber di Jawa Timur maupun Indonesia.

“Harapannya, adik-adik tidak hanya menjadi peserta dan pemenang dalam kompetisi ini, tetapi terus mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber sehingga nantinya dapat menjadi talenta-talenta muda yang mendukung ketahanan siber daerah dan nasional,” ujarnya.

Kompetisi ini melibatkan sejumlah ahli sebagai tim pembuat soal dan juri. Dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) hadir Baskoro Adi Pratomo dan Hudan Setiawan sebagai tim pembuat soal dan juri. Sementara dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) hadir Rakha Wilis sebagai juri. Adapun jalannya kegiatan turut dipandu oleh Raden Nugrahadi selaku moderator.

Baskoro Adi Pratomo menyampaikan, peserta terlebih dahulu diberikan sesi warm-up pada Selasa, 8 September 2026 pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Sesi tersebut tidak memengaruhi penilaian dan diberikan untuk membantu peserta mengenali serta membiasakan diri dengan platform yang digunakan dalam kompetisi.

Babak lomba utama dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026 mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Setelah lomba selesai, setiap tim juga diwajibkan mengumpulkan write-up paling lambat Kamis, 10 September 2026 pukul 09.00 WIB.

Dalam kompetisi tersebut, peserta diperbolehkan memanfaatkan sejumlah perangkat berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan panitia. Peserta tetap diwajibkan mematuhi ketentuan lomba, termasuk larangan bekerja sama dengan tim lain dan ketentuan penggunaan automated scanner.

Dari seluruh peserta, sebanyak 40 tim dengan perolehan poin tertinggi akan melaju ke babak Grand Final yang dijadwalkan berlangsung di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur pada 24 September 2026.

Melalui JCC 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong terbentuknya ekosistem pembinaan talenta digital yang dimulai sejak tingkat pendidikan menengah. Kompetisi tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kompetensi dan membangun kesadaran terhadap pentingnya keamanan ruang siber.

Dengan meningkatnya jumlah peserta dari berbagai daerah, JCC 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan lembaga terkait dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang keamanan siber.
(Redho)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *