10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Santri Meninggal, Sekitar 200 Korban Dugaan Keracunan Mendapat Perawatan

×

Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Santri Meninggal, Sekitar 200 Korban Dugaan Keracunan Mendapat Perawatan

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati Sidoarjo,H.Subandi melihat langsung kondisi Santri /santriwati di RS Notodipuro .
Foto : Bupati Sidoarjo,H.Subandi melihat langsung kondisi Santri /santriwati di RS Notodipuro .

SIDOARJO ,republiknews.com.– Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia dalam peristiwa dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Subandi setelah turun langsung mengecek kondisi para santri yang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit pada Selasa malam, 1 September 2026.

Peristiwa dugaan keracunan tersebut terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Hikam. Sejumlah santri kemudian mengalami keluhan kesehatan hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Bupati Subandi bersama rombongan langsung mendatangi Pondok Pesantren Mambaul Hikam Tanggulangin untuk melihat kondisi para santri. Setelah itu, rombongan melanjutkan pengecekan ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sidoarjo didampingi Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo Eri Sudewo.

Subandi menegaskan bahwa informasi mengenai adanya korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut tidak benar. Menurutnya, seluruh santri yang menjalani perawatan telah mendapatkan pelayanan medis dan kondisi mereka berangsur membaik.

“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Subandi saat berada di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Sekitar 200 Santri Mendapat Perawatan
Berdasarkan data sementara RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, sekitar 200 santri mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.

Bupati menyebut kondisi para santri secara umum telah membaik dan sebagian di antaranya diperkirakan sudah dapat kembali pulang apabila kondisi kesehatannya memungkinkan.

“Yang di rumah sakit ini kurang lebih 200-an. Cuma sudah membaik semuanya. Sebagian nanti bisa pulang karena kondisinya sudah baik,” ujar Subandi.

Selain di RSUD R.T. Notopuro, lebih dari 58 santri juga menjalani perawatan di RS Siti Hajar. Mereka disebut berada dalam kondisi baik dan mendapatkan penanganan dari tenaga medis.

Pemkab Sidoarjo memastikan pemantauan terhadap kondisi para santri terus dilakukan. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan rumah sakit yang menangani para korban agar pelayanan kesehatan diberikan secara maksimal.

Wali Santri Diminta Tetap Tenang

Bupati Subandi turut mengimbau para wali santri agar tidak panik dan tetap tenang menyikapi kejadian tersebut. Pemkab Sidoarjo menyatakan akan terus memantau perkembangan kesehatan para santri sampai seluruhnya dinyatakan pulih.

“Saya mengimbau para wali santri semuanya, tidak usah ada kekhawatiran. Kami sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan penanganan. Insya Allah semua santri akan sembuh,” kata Subandi.

Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo juga akan melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti para santri mengalami gangguan kesehatan.

Subandi menyatakan akan memanggil Dinas Kesehatan Sidoarjo serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Sidoarjo untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Pemeriksaan akan dilakukan apabila hasil pemeriksaan nantinya mengarah pada dugaan bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah akan menindaklanjuti temuan tersebut sesuai hasil pemeriksaan.

Kelayakan Makanan dan Perizinan Akan Diperiksa
Pemeriksaan tidak hanya akan berfokus pada makanan yang dikonsumsi para santri, tetapi juga mencakup proses pengolahan hingga penyajiannya. Aspek perizinan penyedia makanan juga akan menjadi bagian dari pemeriksaan.

“Kami akan melihat bagaimana proses kelayakan makanannya. Mulai pengolahan seperti apa, termasuk izin-izinnya. Semua akan kami cek dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” tegas Subandi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara jelas berdasarkan pemeriksaan dan data yang ada.

Pemkab Sidoarjo menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi terkait hingga seluruh santri mendapatkan penanganan terbaik dan kondisi kesehatan mereka dinyatakan pulih.

Dengan demikian, pemerintah daerah meminta masyarakat maupun wali santri tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait kabar adanya korban meninggal dunia.

Hingga berdasarkan pengecekan langsung Bupati Sidoarjo pada 1 September 2026, tidak terdapat santri yang meninggal akibat kejadian tersebut.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *