Lampung Utara – Republiknews.com.
Bedasarkan suratan Laporan LP.Nomor:273. 01/Spk.Polsek kota.polres.lu.polda Lampung..Tanggal 17 juli 2026 pukul 05 .00 wib yang diterima Anggota piket Bripka yurnedi.SH..
kemudian Korban RASYID (55) alamat jalan Dahlia kelurahan gapura kecamatan Kotabumi Lampung Utara didampingi RT setempat menceritakan dengan cara tulis tangan diatas kertas karena ia susah bicara dampak setrouke 2 tahun lalu hingga kini belum pulih pita suaranya
kronologis kehilangan bermula ketika korban R mendengar suara ngaji di masjid biasa sekitar pukul 03.30 Wib.
persiapan sholat subuh, namun ketika kebelakang menuju pintu dapur lalu tersentak kaget melihat pintu dapur sudah terbuka kemudian membangunkan anak anak.
anak kedua berkata mungkin ada yang dari keluar lupa nutup pintu..
pada saat itu melihat kearah kompor gas, kompor dan tabung gas sudah tidak ada lagi.
kemudian melihat beras berceceran ketika dilihat beras 3 karung yang berisi 10kg hilang serta beras dalam tabung sekitar 4kg juga hilang .j
adi total kerugian dalam rincian
1.kompor gas 1 buah Rp 300.
2.Tabung Gas 2 buah Rp 150.000 X2 =300.000
3.Beras merk perahu layar sebanyak 3sak.yang isi 10kg.rp.150.000 x 3=450.000 Sekitar
4.Hp.Oppo harga seken Rp.500.000
5.Hp.infinik smar 10 harga seken RP.800.000
Total Rincian Seluruh kerugian: Rp.2.350.000(Dua juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah).
perkiraan pelaku beraksi lewat pagar tembok belakang lalu mencongkel pintu belakang. aksi sekitar pukul 02 sampai pukul 03..karena pukul 01:00 anak ngecas hp dibelakang masih rapi.
untuk perkembangan kasus masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari pihak aparat setempat.
RT setempat menambahkan ia sangat prihatin melihat kondisi korban R. ” buat makan aja kesulitan tunggu bantuan dari sanak saudara, rekan yang peduli, dia baru belajar stok sembako karena dapat kiriman dari kakak. sepupunya dibekasi
sekarang habis digondol maling. mau makan apa anak keluarga nya”.
” saya sadar selaku RT setempat mohon kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas pelaku pembobol rumah saudara kita Rasyid.pelaku agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku”. punkasnya.
” korban merasa pusing memang ada penyakit Darah tinggi hingga setruk merasa tidak nyaman saat laporan Lalu merobek robek Surat Laporan polisi dihadapan SPK”.
lalu ditanya korban menjawab melalui tulisan, ” saya nunggu ini pening antri, kalau saya orang kecurian bisa saya cari sendiri, warga kebegalan malam saya cari info malam, subuh motor kembali, saat saya drop gini laporan gak bisa langsung cari tau. Saya biasa gagalin pembegalan jadi saya paham sikon bisa tanya anggota yang lama tahu siapa saya dan gimana cara saya bantu Polisi mancing begal keluar, kamu anak baru jadi polisi .”kata Rasyid kepada Anggota piket (Herman)


















