Republiknews.com,PASURUAN – Upaya memperkuat sinergi antara insan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terus dilakukan guna meningkatkan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan diskusi yang berlangsung di kediaman Budi, wilayah Kraton, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (31/5/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Media Pojok Kasus, M. Akbar Ali, perwakilan sejumlah LSM, serta jajaran dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN). Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan untuk membangun kerja sama yang lebih erat dalam mengawal berbagai kebijakan publik.

Dalam kesempatan tersebut, M. Akbar Ali selaku Pemimpin Redaksi Media Pojok Kasus menegaskan pentingnya kolaborasi antara media dan LSM sebagai mitra strategis dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan dan pembangunan.
Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai penyampai informasi kepada publik, sementara LSM berfungsi sebagai mitra masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap berbagai program pemerintah. Dengan adanya sinergi yang kuat, berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusi bersama.
“Media dan LSM memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus diperkuat agar fungsi kontrol sosial berjalan secara maksimal,” ujar M. Akbar Ali dalam diskusi tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Untuk itu, media dan LSM harus mampu menjalankan tugasnya secara profesional serta berpegang pada fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ari, yang merupakan perwakilan dari JPKPN DPC Sidoarjo, menyampaikan bahwa sinergitas antara media dan organisasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawal berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
Menurut Ari, keberadaan media dan LSM bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap program berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ia menilai kolaborasi yang baik akan menciptakan pengawasan yang konstruktif dan mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Sinergi antara media dan LSM harus terus dijaga. Dengan kebersamaan, kita dapat memberikan masukan yang objektif kepada pemerintah serta membantu menyampaikan aspirasi masyarakat secara tepat,” kata Ari.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai isu sosial, pembangunan daerah, serta pentingnya menjaga independensi dalam menjalankan tugas masing-masing. Mereka sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan demi mendukung terciptanya masyarakat yang lebih kritis, transparan, dan berkeadilan.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam itu ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol komitmen untuk memperkuat hubungan antara media, LSM, dan organisasi masyarakat dalam menjalankan fungsi pengawasan serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
Dengan terselenggaranya pertemuan tersebut, diharapkan sinergi antara media dan LSM semakin kuat sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan masyarakat serta mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
(AHF)



















