Republiknews.com,Sidoarjo.
Subandi menegaskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 di Kabupaten Sidoarjo harus berjalan damai, aman, dan kondusif.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada 230 calon kepala desa (cakades) di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (7/5/2026).
Dalam arahannya, Subandi meminta seluruh pasangan calon beserta tim sukses menjaga stabilitas politik di desa masing-masing agar tidak menimbulkan kegaduhan selama tahapan Pilkades berlangsung.
“Komitmen kita Pilkades damai. Pemilihan kepala desa tanggal 24 Mei 2026 nanti jangan sampai menjadi kegaduhan.
Paslon dengan paslon harus bisa menjaga stabilitas politik, termasuk tim suksesnya agar tidak ada kegaduhan di desa,” ujar Subandi.
Menurutnya, Pilkades harus menjadi ajang demokrasi yang sehat dan tidak memecah belah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Forkopimda juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang dinilai rawan konflik politik.
“Kita sudah mapping daerah-daerah yang rawan politiknya tinggi,” katanya.
Selain itu, Subandi juga mengingatkan para calon kepala desa agar tidak terbebani biaya politik yang tinggi. Ia menilai mahalnya biaya politik berpotensi memicu praktik korupsi setelah menjabat sebagai kepala desa.
“Kalau habisnya Rp300 juta atau Rp500 juta tentu tidak nutut. Kalau biaya politik tinggi, mau nggak mau ada korupsi karena gaji kepala desa ini Rp5,5 juta,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pembekalan tersebut diberikan agar para calon kepala desa memahami tata kelola pemerintahan desa yang baik dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno menyampaikan bahwa Pilkades serentak 2026 akan digelar di 80 desa yang tersebar di 17 kecamatan.
“Terdapat 230 calon kepala desa yang akan mengikuti Pilkades tahun 2026,” jelasnya.
Ia berharap seluruh tahapan kampanye dapat berlangsung santun, edukatif, dan bermartabat dengan mengedepankan visi misi pembangunan desa yang realistis sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap kampanye berlangsung santun, edukatif, dan bermartabat. Visi misi harus mengacu pada potensi desa serta kebutuhan masyarakat desa,” pungkasnya.
(AHF/KominfoSidoarjo)




















