Aceh Tamiang – Tim Relawan Klinik Natasha Banda Aceh, yang dipimpin oleh dr. Ciecielia Angilia, bersama rekan-rekannya, merasa sangat terharu hingga meneteskan air mata saat melakukan tindakan operasi minor terhadap seorang warga yang mengalami infeksi pada telapak kaki akibat tertusuk besi berkarat.
Insiden tersebut terjadi saat warga tersebut tengah mencari barang-barang yang masih dapat digunakan di rumahnya yang rusak parah akibat terjangan banjir di Desa Skumur, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam upaya membantu warga terdampak banjir di Desa Skumur, dr. Ciecielia Angilia, M.Biomed, menghubungi Ridwan Effendi, anggota DPRK Aceh Timur dari Partai PAS, untuk menyelenggarakan pengobatan gratis.
Bersama dengan tim relawan Klinik Natasha Banda Aceh, mereka menyusuri wilayah-wilayah terisolasi di desa tersebut untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tim relawan Klinik Natasha merasa sangat terpukul melihat kondisi Desa Skumur yang parah akibat banjir.
Mereka langsung merespons dengan cepat, memberikan pengobatan, dan melaksanakan operasi bagi warga yang terdampak infeksi kaki.
Selain itu, mereka membuka Pos Klinik Natasha Layanan Kesehatan untuk memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kemanusiaan Klinik Natasha Banda Aceh yang bertujuan untuk memberikan pelayanan medis gratis kepada masyarakat di daerah terdampak bencana, khususnya di Desa Skumur, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam misi kemanusiaan ini, Klinik Natasha Banda Aceh menerjunkan sejumlah relawan, termasuk beberapa dokter dan perawat, seperti dr. Ciecielia Angilia, Wendy Afriyanti, AMD, KepRizayana, AMD, KepNs, dan Nurul Fazar, S.Kep.
Mereka disambut baik oleh masyarakat Desa Skumur yang sangat membutuhkan bantuan medis dan obat-obatan, serta bantuan sembako yang juga disalurkan.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu yang cukup lama dan penuh tantangan, mengingat kondisi banjir yang sangat parah. Meski demikian, para relawan tiba dengan selamat dan langsung membuka layanan kesehatan serta pendampingan psikososial, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Meskipun mengalami beberapa insiden dalam perjalanan, semangat para relawan tidak surut. Kejadian tersebut justru memperkuat tekad mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah dengan akses yang sangat terbatas.
“Keselamatan relawan tetap menjadi prioritas utama. Meskipun kami sempat mengalami insiden di perjalanan, semangat untuk hadir dan melayani masyarakat tidak pernah surut. Ini adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan,” ujar dr. Ciecielia Angilia, Koordinator Lapangan Klinik Natasha Banda Aceh.
Dr. Ciecielia juga menambahkan, misi ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan agar masyarakat di wilayah terisolasi tetap memperoleh layanan kesehatan dan dukungan psikososial pascabencana.
“Pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti pada wilayah yang mudah dijangkau saja. Kehadiran relawan Klinik Natasha di daerah terisolir adalah wujud tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan misi kemanusiaan, meskipun dihadapkan dengan keterbatasan akses dan kondisi alam yang menantang.
Dengan dibukanya Pos Layanan Kesehatan dan Dukungan Psikososial ini, diharapkan kebutuhan kesehatan dasar masyarakat dapat terpenuhi dan membantu proses pemulihan fisik dan mental warga yang terdampak banjir.
Tim Relawan Klinik Natasha Banda Aceh yang dipimpin oleh dr. Ciecielia Angilia menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjangkau wilayah-wilayah sulit, dan menjaga nilai kemanusiaan dalam setiap situasi darurat bencana.
Dalam waktu dekat, Tim Relawan Klinik Natasha Banda Aceh akan melanjutkan misinya ke Aceh Timur, setelah dr. Ciecielia berkomunikasi dengan Anggota DPRK Aceh Timur, Ridwan Effendi, yang juga akan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami akan terus hadir untuk membantu masyarakat di Aceh Timur,” pungkas dr. Ciecielia.
Zainal



















