Surabaya — Dalam rangka menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di UMKM Aquarium Banyumili, yang berlokasi di Jl. Kebraon Indah Permai Blok C No. 2, Kebraon, Karang Pilang, Surabaya.
Kegiatan ini berlangsung setiap hari Selasa sore selama satu bulan penuh, dari pertengahan Juni hingga awal Juli 2025.
Program KKL ini difokuskan pada peningkatan branding digital UMKM melalui strategi komunikasi visual dan media sosial.
UMKM Aquarium Banyumili sendiri merupakan usaha yang bergerak di bidang penjualan ikan hias air tawar dan perlengkapan akuarium, namun masih minim dalam pemanfaatan platform digital untuk promosi.
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Riesta Ayu Oktarina, M.I.Kom., dan diikuti oleh lima mahasiswa yaitu: Dominikus Budi Dharmawan, Ramadhan Syahputra, Muhammad Naufal, Eva Nurul Imamah dan Ryan Amidi.
Menurut tim pelaksana KKL, kehadiran akun media sosial dan video company profile terbukti mampu meningkatkan visibilitas UMKM di mata calon pelanggan, terutama generasi muda yang aktif di dunia digital.
Selain itu, pemilik UMKM mengaku semakin memahami pentingnya branding digital sebagai aset usaha jangka panjang.
Dosen pembimbing kegiatan ini, Riesta Ayu Oktarina, M.I.Kom., menyampaikan bahwa program ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu komunikasi yang telah dipelajari di kelas ke dalam dunia nyata, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga mempraktikkan kemampuan komunikasi visual, manajemen media sosial, hingga video produksi.
Semua itu dilakukan dengan pendekatan partisipatif bersama pelaku UMKM,” ungkap Riesta.
Riesta menambahkan, program KKL di UMKM Aquarium Banyumili menunjukkan bahwa sinergi antara kampus dan pelaku usaha lokal dapat menghasilkan inovasi yang berdampak.
Dengan pendekatan komunikasi digital yang aplikatif, kegiatan ini tidak hanya memperkuat eksistensi UMKM di era digital, tapi juga membentuk mahasiswa sebagai komunikator yang siap menghadapi tantangan industri komunikasi modern.***
(Redho)




















