Republiknews.com, Gorontalo -Kepala Desa(KaDes) Buhu Gorontalo, Mohamad Daud Adam telah Menampar dan Memukul Perut Jakaria Hasan.
Berikut Fakta – fakta Penjelasan yang sempat di himpun dari kedua belah pihak pada Senin, 21/04/2025.
Awal Kejadian Versi Keluarga Korban
Menurut Penjelasan langsung, pada Senin(21/04/25), dari Sdr Danial Hasan (56) Ayah dari Korban Jakaria Hasan mengatakan bahwa kejadian Pemukulan ini bermula saat mereka di undang KaDes ke Kantor Desa Buhu pada Kamis Malam (03/04/2025) untuk di lakukan Mediasi atas satu Permasalahan.
Setelah selesai di mediasi atas permasalahan tersebut, Keluarga Danial Hasan hendak berpamitan namun Pak KaDes masih menahannya dan mengajak kembali membicarakan tentang hal program Bantuan Desa.
Di saat Pembicaraan tentang program Bantuan Desa berlangsung, tiba tiba ada suara yang terdengar dari luar ruangan KaDes dan di tanya Pak KaDes siapa itu, lalu di jawab oleh Danial
” itu anak saya Ayah (Ayah- Sebutan KaDes)”.
Lalu Pak KaDes langsung keluar dari ruangannya dan bertanya siapa yang bersuara itu, langsung di jawab oleh Jakaria yang pada saat itu lagi sedang bersandar di meja dan kaki sebelahnya berada di atas kursi,
“Saya Ayah”..
dan saat itu juga Pak Kades langsung menampar pipi korban satu kali, lalu korban memberi wajahnya untuk di tampar lagi dan mendapat tamparan kedua kalinya lagi,
” Lalu Korban menangkis tamparan yang ke tiga kemudian mendapat pukulan lagi di bagian perut”. Tutur Danial.
Saat mendengar sudah ada keributan di luar ruangan, Danial menyusul Pak KaDes dan melihat langsung Pak KaDes sudah di pegang oleh Kepala Dusun di saat memukul anaknya tersebut,
lalu Danial menyuruh anaknya untuk keluar dari ruangan Kantor Desa.
” Setelah anak saya sudah keluar dan sudah berada di halaman Kantor Desa, anak saya di panggil lagi oleh Pak KaDes agar untuk meminta maaf.”
” Akan tetapi anak saya sudah tidak mau lagi di panggil ke dalam ruangan Kantor Desa karena sudah takut, namun atas desakan dari saya maka Jakaria menurut untuk masuk lagi ke dalam ruangan Kantor Desa.”
Waktu anak saya Jakaria sudah berada di ruangan dan di suruh duduk di kursi berhadapan langsung dengan Pak KaDes yang di batasi dengan sebuah meja, langsung anak saya minta maaf,
namun tiba tiba Pak KaDes memukulnya lagi di bagian telinga kiri korban, sehingga saya sempat tersinggung dan langsung mengajak anak saya untuk pamit pulang sambil meminta maaf kepada Pak KaDes karena sudah buat keributan di Kantor Desa ini.
“Di saat saya minta pamit, Pak KaDes mengancam akan mencoret nama saya dan Keluarga saya dari daftar penerima Bantuan Sosial Desa dan bila ada keperluan di Desa silahkan urus sendiri di Desa lain”,ungkap Danial.
” Setelah kejadian Kamis malam itu, saya masih menunggu bila mana Pak KaDes mungkin ada upaya akan datang ke rumah untuk mendinginkan suasana saling meminta maaf, tapi hingga besok siangnya Jum’at sampai tiba malamnya tetap tidak ada yang datang, maka Jum’at malam itu juga saya langsung melaporkan kasus pemukulan anak saya ini di Kantor Polsek Telaga Jaya sambil menunggu proses selanjutnya.”
Tanggapan Kepala Desa Buhu
Kronologis Kepala Desa(Kades)Buhu Gorontalo Pukuli warga, Akibat Warga/Korban mengeluarkan ucapan Janji Palsu terhadap kebijakan KaDes.
Awak media Republiknews.com, melakukan konfirmasi tentang Kasus Pemukulan oleh seorang Kades Buhu, Mohamad Daud Adam kepada warganya Jakaria Hasan.
Awal mulanya kejadian ini KaDes Buhu di datangi oleh warganya, Danial Hasan ayah dari Korban Jakaria Hasan,
” meminta di mediasi Permasalahan yang terjadi tentang Pencemaran nama baik”. ungkap KaDes Buhu saat di temui Senin 21/04/2025.
Saat itu dirinya langsung mengambil tindakan untuk memediasi warganya dengan mengundang kedua belah pihak yang bertikai.
” Ternyata saat di mediasi, tidak ada upaya berdamai dari kedua belah pihak tersebut, sehingga saya membuatkan surat bahwa tidak terjadi kesepakatan damai dari kedua belah pihak dan akan di teruskan ke pihak Kepolisian” ungkap KaDes Buhu.
Setelah itu KaDes masih menahan Danial untuk membicarakan terkait Program Bantuan Desa,
“di mana Danial akan di berikan bantuan Sapi dan akan memberikan bantuan Rumah kepada anaknya”, jelas KaDes menirukan perkataannya kepada Danial.
Di saat Pembicaraan program Bantuan sedang berlangsung, tiba tiba dari luar ruangan KaDes mendengar teriakan “Janji Palsu”
maka ia tersentak langsung keluar ruangan untuk mencari tahu sumber suara tersebut.
Ternyata sumber suara itu dari pengakuan anaknya Danial yang lagi duduk di atas meja dengan kakinya berada di atas kursi, maka di tegurlah anak Danial ini.
“Kau ini tidak sopan turunkan kakimu” ucap KaDes kepada Jakaria.
Dalam kondisi menegangkan itu, Jakaria sepertinya menantang KaDes untuk melangkah maju dan memberi wajahnya untuk di tampar, sambil KaDes menirukan gayanya Jakaria.
Sebagai aparat Desa yang yang diperlakukan tidak sopan oleh warganya, maka ia terpancing emosinya dan langsung menampar Jakaria satu kali
dan Jakaria pun melawan balik memukul KaDes dua kali di bagian pipi dan di balas lagi oleh KaDes dengan pukulan tinju ke bagian perut Jakaria.
Situasi menjadi tidak terkendali, kemudian datanglah Danial ayah dari Jakaria untuk memohon kepada KaDes agar jangan memukul Jakaria.
KaDes lalu mengajak Jakaria untuk masuk ke dalam ruangan untuk mendinginkan suasana agar Jakaria meminta maaf atas perilakunya itu.
Setelah itu Jakaria minta maaf dengan sikap yang tidak sopan lagi, sehingga membuat KaDes tidak senang dan tersinggung dengan gayanya yang di saksikan oleh orang orang yang berada di dalam ruangan Kantor Desa itu sehingga KaDes memberi tamparan satu kali lagi ke Pipinya
“Dan dengan pengakuan dari Danial di mana KaDes mengancam akan mencoret namanya dan keluarganya dari daftar penerima Bantuan Desa itu tidak benar, cuma saya hanya mengatakan bahwa saya sudah tidak ingin urus kalian lagi karena banyak urusan yang saya urus”,Tegas KaDes.
“Setelah beberapa hari kemudian saya bersama aparat desa mendatangi rumah Danial, tapi hanya bertemu dengan Istrinya Danial untuk meminta maaf atas kejadian tersebut”
“tapi dari dalam kamar ada suara muncul dari anaknya Danial bahwa tidak ada kata maaf lagi”, maka KaDes minta pamit pulang. (Riskito)



















