Aceh Timur, Republiknews.com 28 Agustus 2024
Oleh Khairul Amri Ismail Keputusan Firman Dandy untuk menggandeng Muchtar Ibrahim (Abati Aramia) sebagai calon wakil bupati Aceh Timur merupakan langkah strategis yang mencerminkan pemahaman mendalam tentang pentingnya integrasi antara kepemimpinan politik dan otoritas moral.
Dalam konteks Aceh Timur, di mana nilai-nilai Islam menjadi landasan masyarakat, kombinasi ini sangat relevan dan krusial untuk menciptakan pemerintahan yang tidak hanya efektif tetapi juga beretika.
Abati Aramia, dengan pengalamannya sebagai ketua MPU Aceh Timur, membawa dimensi religius yang memberikan arah etis bagi setiap kebijakan.
Kehadirannya bukan hanya sebagai simbol, melainkan sebagai penjaga moralitas publik yang memastikan bahwa setiap keputusan politik sejalan dengan prinsip-prinsip keadilan dan kesejahteraan.
Ini adalah usaha untuk menjembatani antara tradisi lokal dan tuntutan modernitas yang sering kali kontradiktif.
Firman Dandy memahami bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak hanya diukur dari prestasi administratif atau ekonomi, tetapi juga dari kemampuan untuk membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai luhur.
Pasangan ini adalah tentang membentuk pemerintahan yang memiliki kedalaman moral dan visi yang jelas, menggabungkan pragmatisme politik dengan landasan etis yang kokoh.
Dalam dunia politik yang sering kali didominasi oleh kepentingan sempit dan pragmatisme jangka pendek, pasangan ini menawarkan visi jangka panjang yang berakar pada integritas.