Home / nothing / RS Ibnu Sina, Kini Tujuan Tempat Berobat Daerah Tetangga
RS Ibnu Sina, Kini Tujuan Tempat Berobat Daerah Tetangga

RS Ibnu Sina, Kini Tujuan Tempat Berobat Daerah Tetangga

RepublikNews.com – BUKITTINGGI - Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi, merupakan rumah sakit pertama yang didirikan oleh Yarsi Sumbar pada 30 Oktober 1969. Rumah sakit ini pendiriannya diprakarsai H. M. Natsir dan kini sudah makin menjadi tujuan tempat berobat bagi masyarakat di Sumbar bagian Utara,  bahkan dari beberapa daerah tetangga, seperti Riau, Sumut dan Jambi.

Direktur RS Ibnu Sina Bukittinggi, dr. H. Erman Ramli, SpOG., didampingi dua wakilnya, dr. Hj. Rina Hudzaifah, dan dr. Hj. Zulfa, mengemukakan hal itu kepada wartawan kemarin di kota itu, sehubungan dengan makin banyaknya warga yang  berobat ke rumah sakit Ibnu Sina.

RS Yarsi Bukittinggi dibangun di atas areal seluas 12.000 meter persegi,  ketika mulai didirikan berkat jasa lobi dari M. Natsir, sehingga memperoleh bantuan  sejumlah negara-negara Arab.Yayasan Ibnu Sina  pada intinya berpusat di Arab Saudi dan memang sangat intens dengan pengembangan kesehatan umat Islam di dunia.

Ibnu Sina sendiri adalah warga keturunan Mesir yang merupakan dokter ahli pertama kelahiran tanah Arab yang mendapat pengakuan dunia. Kemudian nama itulah yang diabadikan dalam bidang kesehatan oleh kalangan negara-negara Arab.

Menurut Erman Ramli, Yarsi Sumbar yang kini diketuai oleh DR. H. Zainul Daulay,  sudah memiliki lima rumah sakit, yakni di Bukittinggi, Padang, Simpang Empat, Padang Panjang, Payakumbuh dan Panti. “Selain itu juga terdapat dua unit usaha lainnya yakni satu Stikes dan satu unit lagi Masyitah Swalayan,” paparnya.

Meski sejatinya pendirian rumah sakit Ibnu Sina bertujuan untuk kegiatan sosial, lanjutnya dalam operasionalnya tentunya membutuhkan biaya, seperti pemeliharaan gedung, pembayaran gaji tenaga medis dan perawat, serta penyediaan obat-obat.

“Justru itulah, RS Yarsi tidak bisa mengemban misinya secara penuh yakni bidang sosialnya. Namun dengan memberikan tarif berobat lebih murah, dan meningkatkan pelayanan mulai dari awal pasien masuk sampai mereka kembali lagi pulang. “Tidak kalah pentingnya adalah kebersihan lingkungan rumah sakit yang selalu dijaga,” ungkap Erman.

Ia menerangkan, dengan tenaga sekitar 350 orang mulai dokter sampai ke petugas kebersihan, RS Islam Ibnu Sina menyediakan layanan rawat jalan, rawar inap dan penunjang medis.

“ Juga ada sejumlah dokter spesialis, seperti dokter umum, dokter gigi, penyakit dalam, anak, kebidanan, bedan digestif, jantung, neurology, paru, jiwa, kulit dn kelamin, bedah umum, bedah onkologi, bedah ortopedi (tulang) dan urologi,” jelasnya.

Selain itu, katanya lagi, ada tenaga profesionl lainnya seperti apoteker, psikologi, asisten analis, asisten apoteker, perawat, ruhis, ahli gizi, fisioterapi, snitasi, rekam medis dan lain-lain.

Dalam pelayanan poliklinik pagi dan sore, adalah poli umum, gigi dan layanan dengan dokter spesialis. Lalu, konsultasi dengan psikologi, ruhis Islam dan gizi. “Semuanya itu dilaksanakan dengan penuh control dari dokter-dokter ahlinya,” tuturnya.

Kata dia, fasilitas yang kini tersedia di rumah sakit ini adalah, rawat inap dengan 136 tempat tidur, yang terdiri dari VIP, kelas  Utama, kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Selain itu juga terdapat perinatologi dan ICU.

“Fasilitas penunjang yang aktif 24 jam adalah, IGC, apotek, laboratorium, radiologi, kamar operasi dan kamar bersalin,” ucapnya.

Lebih lanjut Erman memaparkan,  RS ini juga sudah memiliki peralatan canggih lainnya, seperti untuk mendapat diagnose yang lebih cepat dan tepat, diantaranya CT Scan, USG dan tread mill. Semuanya itu adalah untuk penunjang operasi yang diperlukan, seperti operasi besar, TUR untuk prostat dan fakoemulsifikasi untuk operasi katarak, tambah Erman lagi.

Untuk memudahkan pasien yang mempunyai asuransi, seperti Jamsostek, Askes, dan beberapa asuransi lainnya yang bertaraf nasional dan internasional, jelas Erman rumah sakit ini siap melayaninya, plus paket medical Check-Up (MCU) baik untuk pasien umum maupun dari lembaga pemerintah dan lainnya.

“ Nah, untuk lebih mempermudah pasien, di lingkungan rumah sakit ini terdapat tiga ATM dan lembaga keuangan yang b erbeda dan kantor kas dari Bank Nagari Syariah,” terangnya.

Jika ada  yang menyebutkan bahwa rumah sakit Yarsi, sudah mendapat bantuan dari luar negeri, kenapa harus bayar juga berobat di sini, tambah Erman, sebetulnya bukanlah begitu. Tapi, memang dahulunya untuk mendirikan rumah sakit ini ada bantuan dari beberapa Negara Arab, tapi dalam operasionalnya tidak ada lagi bantuan. “Jelasnya dalam operasionalnya rumah sakit ini harus membiayai sendiri,” tutup Erman Ramli. (koto)

Foto: Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi

About koto

Scroll To Top
thomas davisthomas davis