Home / nothing / Peringati HUT TNI Ke 67, Polisi Militer Gelar Razia
Peringati HUT TNI Ke 67, Polisi Militer Gelar Razia

Peringati HUT TNI Ke 67, Polisi Militer Gelar Razia

RepublikNews.com – BUKITTINGGI - Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) Bukittinggi, Subdenpom Pasaman dan Subdenpom Payakumbuh, Sumatera Barat gelar razia gabungan bekerja sama dengan Provos Polri serta Sat lantas kota setempat. Razia tersebut digelar dalam menyabut Hari Ulang Tahun (HUT) TNI yang ke 67 Polisi Militer.

Razia digelar bertujuan untuk penertiban terhadap anggota TNI dan masyarakat sipil yang memakai atribut militer.
 
Razia dimulai dari Kota Padang pada tgl 24/9 kemarin dan selanjutnya digelar kembali di Pasaman 25/09, sedangkan di Bukittinggi di laksanakan pada tgl 26/9.
 
Kegiatan tersebut digelar di dua titik, yakni pertama di Jl Sudirman, pada pukul 10: wib pagi hingga pukul 12:00 wib siang, pukul 15:00 wib hingga 17:30 wib digelar di jalan lintas Bukittinggi-Payahkumbuh.
 
Pada tanggal 27/9 dilaksanakan di Payahkumbuh dan 50 kota, dengan lokasi razia di batas kota antara Payahkumbua dengan 50 kota. Pelaksanaan razia  pada pukul 10:00 wib hingga pukul 12 siang.

Razia langsung dipimpin Komandan CPM setempat. Di Pasaman dipimpin Kapten CPM Brata Gotama,  di Bukittinggi dipimpin Kapten CPM Ali Yohanes dan di Payakumbuh dipimpin Kapten CPM Aprijon.
 
Hasil razia di Bukittinggi petugas berhasil menertibkan 100 stiker, dua lembar baju dan satu celana yang berbau TNI. Sedangkan di Pasaman hanya menertibkan sedikit stiker.
 
Semtara di Payakumbuh berhasil ditertipkan puluhan stker, baju satu lembar, topi satu buah dan tilang lalin militer sebanyak empat orang.

Petugas Subdenpom juga melakukan razia terhadap anggota TNI yang memakai kendaraan dinas terutama yang tidak sesuai standarisasi kendaraan itu sendiri.  Selain itu kendaraan pribadi yang dikendarai petugas TNI juga tak luput dari razia atribut TNI. Atribut yang ada di atas atau yang dipasang di kendaraan pribadi juga dilepas.

“Perintah razia ini langsung berdasarkan perintah Panglima TNI kepada Polisi Militer baik itu AD, AL dan Udara,” kata Kapten Ali Yohanes.

Kapten Ali Yohanes menjelaskan setiap menyetop kendaraan pihaknya harus terlebih dulu mengucapkan Ma’af sambil tersenyum. Kemudian  setelah itu mengucapkan terimakasih dan berpesan agar hati hati di jalan.

 Kapten CPM Aprijon menambahkan mengapa tiga subdempom bergabung dalam menggelar razia. Kata dia hal itu dilakukan disebabkan keterbatasan anggota.

“Contohnya seperti subdempom Payakumbuh yang tipe B, anggotanya sebanyak enam orang sedangkan idealnya sebanyak 20 orang,” jelasnya.

Subdenpom tipe C, lanjutnya idealnya sabanyak 15 orang aggota, seperti yang ada di Bukitinggi. “Jika jumlah anggota sebanyak tipe C tersebut, tidak mungkin kita turun ke lapangan,” tambahnya seraya mengatakan jika anggota masih tidak mencukupi, pihaknya akan bergabung kembali dalam menggelar razia. (ra)

Foto:  Subdenpom proses Annggota TNI Lalin dan Tatip

About koto

Scroll To Top
thomas davisthomas davis